Ahad 30 Nov 2025 07:47 WIB

Kemenhub Ambil Langkah Tangani Gangguan Transportasi Usai Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

BPTD Kelas II Sumatera Barat memberlakukan pola Work From Home.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Israr Itah
Foto udara longsor menimpa jalan di wilayah Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Akses utama jalan nasional Padang-Bukittinggi itu putus total akibat banjir bandang dan longsor pada Kamis (27/11) sehingga pengguna jalan harus memutar jauh melalui Kabupaten Solok.
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Foto udara longsor menimpa jalan di wilayah Mega Mendung, Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). Akses utama jalan nasional Padang-Bukittinggi itu putus total akibat banjir bandang dan longsor pada Kamis (27/11) sehingga pengguna jalan harus memutar jauh melalui Kabupaten Solok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dalam sepekan terakhir mengakibatkan gangguan pada berbagai layanan transportasi. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyampaikan langkah-langkah penanganan darurat untuk menjaga keselamatan pengguna transportasi serta memastikan layanan esensial tetap beroperasi di wilayah terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, seluruh jajarannya berada dalam kondisi siaga untuk merespons dampak bencana yang turut memengaruhi jaringan jalan, terminal, pelabuhan, hingga layanan kereta api.

Baca Juga

"Sekali lagi atas nama Kementerian Perhubungan, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak, dan kami memastikan seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan bencana ini," ujar Dudy di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Menurut Dudy, unit-unit teknis Kemenhub di tiga provinsi terdampak telah meningkatkan pemantauan berkala dan melaporkan kondisi terbaru ke kantor pusat. Laporan sementara menunjukkan adanya kerusakan pada beberapa ruas jalan nasional, penurunan layanan terminal dan pelabuhan, serta lebih dari seratus pegawai beserta keluarga yang ikut terdampak banjir.

"Meski sebagian akses jalan dan jaringan listrik maupun komunikasi masih terganggu, Kemenhub menegaskan bahwa pelayanan transportasi esensial tetap diupayakan berjalan dengan penyesuaian operasional di masing-masing daerah," lanjutnya.

Untuk menjaga kesinambungan layanan dan melindungi pegawai yang rumahnya terdampak, sejumlah satuan kerja menerapkan pola Work From Anywhere (WFA) melalui layanan dan pelaporan daring. Sementara itu, kantor-kantor Satuan Pelayanan fokus pada pemantauan lintas dan pengaturan lalu lintas di titik rawan agar pergerakan kendaraan evakuasi dan logistik tetap berlangsung.

Tim bantuan dari Poltekbang Medan, Poltekpel Malahayati, dan Poltekpel Sumbar juga telah digerakkan untuk menghimpun bantuan serta mengirim personel terlatih yang bergabung dengan BPBD, Basarnas, dan BNPB di lapangan.

"Personel perbantuan ini diturunkan untuk memperkuat operasi evakuasi dan pengamanan simpul transportasi, serta untuk membantu pengelolaan arus pengungsi dan penataan area padat warga di terminal, pelabuhan penyeberangan, dan titik kumpul lainnya," sambung dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement