Ahad 30 Nov 2025 05:15 WIB

BI Prediksi Inflasi Bengkulu 2026 Tetap Sesuai Target Nasional

Bank Indonesia memprediksi inflasi Bengkulu pada 2026 akan berada dalam target nasional, menjaga stabilitas ekonomi dan menarik investor.

Rep: antara/ Red: antara
BI: Inflasi Bengkulu di 2026 diperkirakan tetap dalam target nasional.
Foto: antara
BI: Inflasi Bengkulu di 2026 diperkirakan tetap dalam target nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU, – Bank Indonesia memperkirakan inflasi di Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 akan tetap berada dalam target nasional, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen. Prediksi ini dikemukakan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, Sabtu (29/11).

Dengan inflasi yang terjaga dalam rentang target, ekonomi Bengkulu diharapkan dapat tumbuh optimal. Sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah ini juga diproyeksikan akan membaik karena harga dan modal pertanian tidak mengalami lonjakan yang memberatkan petani.

Stabilitas inflasi juga menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Bengkulu. Selain itu, sektor konsumsi akan terjaga dengan minimnya fluktuasi harga terutama bahan pokok.

Namun, untuk mencapai inflasi pada target 2,5 persen plus minus 1 persen, Muhammad Irfan Octama menekankan perlunya fokus pada kebijakan inflasi di sektor pangan. Hal ini termasuk adopsi teknologi dan penyediaan sarana prasarana yang merata hingga akhir 2025.

BI juga menyoroti pentingnya peningkatan hilirisasi pangan dan teknologi pertanian, mengingat skala hilirisasi saat ini masih kecil. Selain itu, rantai pasok pangan yang panjang dan infrastruktur distribusi yang terbatas juga perlu diperhatikan.

"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kestabilan inflasi ke depan. Penguatan produktivitas, optimalisasi anggaran untuk menjaga daya beli, serta penguatan ekosistem hilirisasi dan infrastruktur logistik sangat diperlukan," tambahnya. Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement