Senin 09 Aug 2021 15:47 WIB

PPKM di DIY Dinilai Tunjukkan Hasil Positif

Jumlah kesembuhan Covid-19 beberapa hari belakangan justru naik.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ilham Tirta
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Foto: Antara/Adeng Bustami
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pelaksanaan PPKM darurat hingga PPKM level 4 di DIY dinilai menunjukkan hasil yang positif. Pelaksanaan PPKM yang sudah berjalan sejak 3 Juli 2021 lalu berakhir pada 9 Agustus ini.

Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 DIY Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum, Noviar Rahmad mengatakan, pelaksanaan PPKM menurunkan angka terkonfirmasi positif. Kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sendiri masih cukup tinggi, yakni di atas seribu kasus per hari.

Walaupun angka ini sudah turun dari sebelumnya. Sebab, penambahan kasus baru ada di angka lebih dari 2.000 kasus per hari hingga akhir Juli.

"Ya (PPKM menunjukkan hasil positif), PPKM di DIY menurunkan angka positif," kata Noviar saat dikonfirmasi Republika.co.id melalui pesan tertulis, Senin (9/8).  

 

Sedangkan, beberapa hari belakangan, jumlah kesembuhan Covid-19 justru naik. Bahkan, penambahan kesembuhan di atas penambahan angka kasus baru positif Covid-19 di DIY.

Hal ini, kata Noviar, turut menurunkan keterisian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) baik itu critical maupun non-critical di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY, persentase BOR memang dilaporkan terus turun di 27 rumah sakit rujukan yang ada.

Data terakhir pada 8 Agustus 2021, BOR di DIY secara keseluruhan turun di angka 74,38 persen. Sementara, persentase untuk masing-masing keterisian bed critical dan non-critical di DIY, yaitu 64,46 persen dan 76,54 persen.

Walaupun begitu, kematian Covid-19 di DIY masih terus bertambah dengan angka yang cukup signifikan. Pada 8 Agustus kemarin, ada penambahan 51 kasus kematian Covid-19 dengan total kasus meninggal menjadi 3.899 kasus.

"PPKM menurunkan BOR rumah sakit rujukan, tapi angka kematian belum turun signifikan," ujar Noviar yang juga Kepala Satpol PP DIY tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement