Senin 12 Oct 2020 13:46 WIB

Wagub Ariza: Warga Korban Banjir Tetap Laksanakan Protokol

Ariza juga menjamin kesehatan dan kebutuhan makanan para pengungsi korban banjir.

Rumah warga rusak akibat tanah longsor di kawasan Ciganjur, Jakarta, Ahad (11/10/2020). Hujan deras sejak Sabtu (10/10) sore mengakibatkan permukiman penduduk di Jalan Damai RT 004 RW 002, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengalami banjir sekaligus longsor yang merenggut satu korban meninggal dunia dan dua luka-luka.
Foto: ANTARA / Reno Esnir
Rumah warga rusak akibat tanah longsor di kawasan Ciganjur, Jakarta, Ahad (11/10/2020). Hujan deras sejak Sabtu (10/10) sore mengakibatkan permukiman penduduk di Jalan Damai RT 004 RW 002, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengalami banjir sekaligus longsor yang merenggut satu korban meninggal dunia dan dua luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengingatkan warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kelurahan Ciganjur untuk melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 selama berada di pengungsian.

"Semua kita minta tetap melaksanakan protokol Covid-19 agar tidak terjadi klaster baru di wilayah pengungsian," ujar Ariza.

Selain memastikan tempat pengungsian sehat bagi warga terdampak bencana alam tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga menjamin kesehatan dan kebutuhan makanan mereka terjaga. Ariza menyebutkan longsor dan banjir di Jalan Damai, Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu malam mengakibatkan 300 rumah terendam, empat rusak, dan sekitar 500 jiwa mengungsi.

Hingga Ahad pagi, total masih ada 271 warga yang masih bertahan di pengungsian, karena aliran Kali Anak Setu masih menggenangi pemukiman warga. "Genangan air yang tadinya mencapai 1,5 meter sekarang kurang lebih tinggal 30 cm," ujarnya.

 

Warga yang mengungsi tersebar di tiga lokasi yakni Sekolah Citra Alam, pendopo dan Mushola Al Ikhlas. Upaya penanganan banjir dan longsor membutuhkan waktu untuk mengangkat puing-puing tembok perumahan yang rubuh menutup aliran sungai.

Upaya pengangkatan puing masih terkendala akibat sulitnya akses alat berat dalam jumlah banyak ke lokasi yang merupakan wilayah padat penduduk. Untuk sementara petugas mengoperasikam pompa untuk menyedot air aliran Kali Anak Setu yang meluber ke pemukiman warga karena aliran kali yang masih tertutup material longsor.

"Perbaikan ini kita harapkan bisa dilakukan secepat mungkin, memang di sini ada kendala, pemukiman cukup padat, pintu masuk cuma satu lewat sini," ujar dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement