Rabu 25 Dec 2019 01:00 WIB

Pencarian Korban Bus Maut Sriwijaya Dihentikan Sementara

Tim SAR menghentikan sementara pencarian korban karena kondisi alam tak memungkinkan

Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).
Foto: Antara/Pelsen Abadi
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus Sriwijaya dengan rute Bengkulu - Palembang yang masuk jurang di Liku Lematang, Dempo Selatan, Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pencarian korban kecelakaan maut Bus Sriwijaya, yang masuk jurang di liku Lematang Pagaralam, Sumatera Selatan, dihentikan sementara pada Selasa (24/12) malam. Tim SAR menghentikan sementara pencarian korban, karena kondisi alam yang tidak memungkinkan.

Sebelumnya, Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang diduga menabrak beton sebelum terjun ke sungai di Liku Lematang, Desa Perahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/12) sekitar pukul 23:15 WIB.

Baca Juga

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Palembang, Benteng Telau, mengatakan penghentian proses evakuasi pada pukul 19.00 WIB ini demi keselamatan tim karena lokasi kejadian di jurang dalam dengan aliran Sungai Lematang yang sangat deras arusnya.

Pencarian korban yang diduga masih ada 13 orang lagi belum ditemukan akan dilanjutkan Rabu pagi (25/12), oleh Basarnas beserta BPBD, TNI, Polri dan masyarakat. "Kami hentikan karena penglihatan tidak memungkinkan dan berbahaya jika dipaksakan," katanya.

 

Hingga pukul 20.00 WIB, tim evakuasi gabungan berhasil mengevakuasi 28 jenazah penumpang yang meninggal dunia. Sementara 13 orang selamat dan dirawat di RS Besemah Pagaralam.

"Jumlah korban yang berhasil di evakuasi secara total ada 41 orang. Dan tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah," katanya.

Telau mengatakan area pencarian kini diperluas hingga 5 kilometer dari lokasi jatuhnya bus. Hal ini dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya korban yang terseret arus Sungai Lematang.

"Sebab banyak korban yang kami evakuasi dari luar bus atau terseret arus sungai dengan ke dalaman satu sampai dua meter," kata dia.

Menurutnya, selain pencarian di aliran sungai, petugas juga ada yang menyisir tebing jurang guna memastikan keberadaan korban lainnya.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement