Kamis 18 Feb 2016 16:35 WIB

JK: Kita Menghormati Pemerintahan SBY

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ilham
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla
Foto: Antara/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut dirinya masih sering dikambinghitamkan atas masalah-masalah yang terjadi saat ini. Ia juga menilai pemerintahannya sering disalahkan oleh pihak yang tengah berkuasa.

Menanggapi itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, pemerintah menghormati para presiden RI sebelumnya, begitu juga terhadap Presiden ke-6 RI SBY.

"Ya saya kira tidak perlu kita (jelaskan). Tentu kita menghormati Presiden sebelum kita, terutama Pak SBY. Tapi hal-hal yang begitu (mengambilng hitamkan) ya saya belum melihat juga," kata JK di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (18/2). (Darmin: Saya tidak Kritik Pemerintahan SBY).

Menurut JK, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang disebut telah mengkritisi pemerintahan SBY itu bukan dimaksudkan untuk mengkambinghitamkan SBY. "Saya kira tidak dimaksud untuk mengkambinghitamkan, hanya tentu ingin melihat apa yang terjadi," kata JK.

Darmin juga membantah dirinya tak pernah mengkambinghitamkan kinerja pemerintahan SBY. Menurut Darmin, pernyataannya tersebut bukan merupakan kritikan, namun sebagai fakta perkembangan industri dan perekonomian Indonesia.

"Saya tidak mengkritik, saya hanya menjelaskan perkembangan industri kita dan ekonomi kita kemudian ada referensi periode Orba, referensi periode pak SBY dan sebagainya. Normal saja itu fakta-fakta saja," kata Darmin.

Melalui akun twitternya, SBY merasa dirinya masih sering dikambinghitamkan atas masalah-masalah yang terjadi saat ini. Ia juga menilai pemerintahannya sering kali disalahkan oleh pihak yang tengah berkuasa.

"Berbagai masalah yg sekarang muncul dikatakan warisan pemerintahan SBY. Atau semuanya akibat kesalahan pemerintahan SBY," tulis SBY dalam akun Twitternya @SBYudhoyono, Kamis (18/2).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement