REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setelah Benny K Harman dan Anas Urbaningrum, kali ini giliran petinggi Partai Demokrat lainnya yang akan mendatangi KPK. Yakni Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa. Ia membenarkan pemeriksaan itu akan dilakukan Senin ini. “Iya, saya jadi diperiksa hari ini,” katanya, Senin (22/8).
Direncanakan, pemeriksaan akan dilakukan sekitar pukul 14.00 di KPK. Ia mengaku tidak didampingi siapa pun dan akan datang ke KPK seorang diri. Ditanya mengenai hal yang akan disampaikan, Saan mengatakan akan membeberkan pertemuan yang pernah terjadi antara dirinya, Nazaruddin, dan beberapa pimpinan KPK pada kisaran 2010 lalu.
Sebelumnya, Saan sempat diperiksa oleh tim internal KPK di DPR pada awal bulan ini. Saat itu, tim internal KPK yang terdiri dari dua orang mendatangi kantornya. Hal yang dibicarakan pun sama, seputar pertemuan yang dilakukan pada 2010.
Saan memang mengakui pernah bertemu dengan Nazar dan pimpinan KPK di restoran Jepang di casablanca, Jakarta Selatan. Pertemuan pertama dilakukan bersama Ade Raharja dan Johan Budi kisaran Januari 2010. Pertemuan kedua baru dilakukannya bersama Ade Raharja dan penyidik setelah lebaran 2010.
Dalam pertemuan itu, Saan mengaku dirinya tak ada kepentingan apapun dalam pertemuan itu. Ia sebatas menemani seorang kawan, itu pun karena diminta Nazar. Saan mengaki di telpn Nazar dan tiba-tiba diajak untuk mendatangi pertemuan itu. Saat itu, ia tidak tahu hal yang akan dibicarakan. Tetapi saat tiba, dirinya mengaku kaget.
Sebab, Nazar membicarakan kasus. Tetapi, ditegaskkannya kasus yang dibahas tak ada hubungannya dengan Kemenpora dan bukan kasus yang melibatkan Nazar secara langsung. Tetapi, karena kedatangannya terlambat, Saan mengaku tak tahu secara lebih mendalam.




