Jumat 11 Sep 2026 14:49 WIB

Sebanyak 12,5 Juta Penduduk Terdampak Karhutla di Tujuh Provinsi, Empat Orang Meninggal Dunia

Tak hanya pekat, udara pagi yang mestinya bersih justru menyesakkan dada.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Wapres Gibran Rakabuming meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/09/2026) malam WIB.
Foto: Republika/Muhammad Alfian Noor Choir
Wapres Gibran Rakabuming meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/09/2026) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTAWARINGIN TIMUR -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat terdapat 12.517.488 penduduk yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tujuh provinsia hingga Rabu (9/9/2026). Dari total warga yang terdampak, terdapat empat orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, 12,5 juta penduduk yang terdampak karhutla berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau dan Sumatra Selatan. Dari total warga terdampak, empat orang dilaporkan meninggal dunia, 324 orang luka berat, 23 orang luka ringan, dan 45 orang mengungsi.

Baca Juga

"Kota Banjarbaru ada beberapa yang mengalami luka berat dan rawat inap, kemudian luka ringan dan rawat jalan. Kemudian juga Kalimantan Tengah ada rawat inap, kemudian juga dengan luka ringan. Dan rawat inap ada di Kalimantan Barat juga sebanyak 9, luka ringannya 19, meninggalnya 1 dengan pengungsian sebanyak 45," kata dia saat konferensi pers secara daring, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan data Kemenkes yang bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi per 9 September 2026 pukul 15.00 WIB, terdapat 2.250.552 terdampak karhutla dengan dua orang luka berat dan tiga orang luka ringan di Kalimantan Selatan. Sementara itu, di Kalimantan Tengah terdapat 2.843.012 orang terdampak dengan 313 luka berat dan tiga orang meninggal dunia. Sedangkan di Kalimantan Barat, ada 3.909.846 orang terdampak denga sembilan orang luka berat, 19 luka ringan, satu orang meninggal, dan 45 mengungsi.

Kemenkes juga mencatat terdapat 436 orang terdampak di Kalimantan Timur, 1.890.880 orang di Jambi, 1.224.239 orang di Riau, dan 398.523 orang Sumatra Selatan. Di empat provinsi tersebut tidak tercatat korban luka, meninggal, maupun pengungsian.

Widyawati menambahkan, karhutla yang terjadi di Kalimantan-Sumatra juga menyebabkan pencemaran udara. Dari data indeks standar pencemar udara (ISPU), setidaknya terdapat enam kabupaten/kota yang masuk ke dalam kategori berbahaya (hitam). Sementara itu, lima kabupaten masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Sementara itu, data ISPU per 9 September 2026 pukul 16.24 WIB menunjukkan kualitas udara terburuk tercatat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan nilai ISPU 954 dan parameter kritis PM10. Selanjutnya, nilai ISPU Kabupaten Kubu Raya Kapuas di Kalimantan Barat mencapai 522, Pontianak di Kalimantan Barat 444, Katingan di Kalimantan Tengah 405, Kabupaten Gunung Mas 347, dan Kabupaten Murung Raya 317.

Selain itu, sejumlah daerah masuk kategori sangat tidak sehat, yakni Sintang Baning Kota dengan ISPU 284, Sekadau Hilir 225, Kabupaten Kapuas 221, Muaro Jambi 221, dan Tebo 206. Adapun sejumlah wilayah lainnya berada dalam kategori tidak sehat dengan nilai ISPU antara 104 hingga 187.

Ihwal kasus ISPA, Widyawati mengatakan, berdasarkan data hingga 9 September 2026 pukul 16.00 WIB terdapat laporan kasus 113.336 secara kumulatif. Sementara kasus baru yang ditemukan pada 9 September 2026 ada 4.080 kasus.

"Kemudian kasus ISPA terbagi dalam usia 0 sampai 5 tahun dan juga lebih dari 5 tahun. Untuk 0 sampai 5 tahun terdapat 26.545 dan untuk lebih dari 5 tahun terdapat 86.791. Jumlah wilayah terdampak adalah 7 provinsi dan 63 kabupaten kota," kata dia.

Menurut dia, Kemenkes telah menyiapkan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan untuk menangani dampak kesehatan akibat karhutla. Kemenkes juga menyiagakan 87 laboratorium kesehatan masyarakat, PSC 119, serta tenaga cadangan kesehatan di daerah terdampak.

Selain itu, sebanyak 980.315 masker telah dibagikan kepada masyarakat, disertai 277 oksigen concentrator, 36 tabung oksigen, 4.908 APD, 120 face shield, sembilan air purifier, dan 248 paket makanan tambahan. "Imbauan yang kita lakukan adalah jangan panik, namun waspada. Kenakan masker pada saat berada di luar ruangan, pantau indeks kualitas udara, perbanyak minum air putih, kunjungi faskes bila muncul sesak di masyarakat," ujar Widyawati.

Asap masih pekat

Berita Lainnya

Rekomendasi