Kamis 18 Dec 2025 13:08 WIB

Spekulasi China Pasok Senjata ke Kamboja Buat Lawan Thailand, Begini Bantahan Beijing

Beijing menegaskan kerja sama pertahanan dengan Kamboja bersifat historis.

Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Sejumlah warga Kamboja di perbatasan Prey Chan masih menanti kejelasan status tempat tinggal mereka akibat konflik perbatasan Kamboja dengan Thailand. Sebelumnya, militer Thailand menutup akses jalan menuju Desa Prey Chan yang membuat warga Kamboja tidak dapat kembali ke rumah mereka.
Foto: Edwin Putranto/Republika
Tentara Kamboja berjaga di kawasan perbatasan Prey Chan, Banteay Meanchey, Kamboja, Jumat (29/8/2025). Sejumlah warga Kamboja di perbatasan Prey Chan masih menanti kejelasan status tempat tinggal mereka akibat konflik perbatasan Kamboja dengan Thailand. Sebelumnya, militer Thailand menutup akses jalan menuju Desa Prey Chan yang membuat warga Kamboja tidak dapat kembali ke rumah mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK  -- China pada Rabu (17/12/2025) membantah telah menyediakan persenjataan untuk mendukung Kamboja dalam bentrokan perbatasan terbarunya dengan Thailand.

Beijing menegaskan bahwa kerja sama pertahanan dengan kedua negara Asia Tenggara tersebut bersifat historis dan tidak ditujukan kepada pihak ketiga mana pun.

Baca Juga

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China dan dibagikan oleh Kedutaan Besar China di Bangkok, menyusul laporan bahwa pasukan Thailand menyita peralatan militer buatan China, termasuk rudal antitank, di dekat celah Chong An Ma.

Dalam konferensi pers rutin pada 17 Desember, juru bicara Kementerian Luar Negeri China menanggapi pertanyaan mengenai asal-usul amunisi yang ditemukan di lokasi konflik.

“China telah lama menjalin kerja sama pertahanan yang normal dengan Thailand dan Kamboja,” kata juru bicara tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement