REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto membatalkan rencana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen ke 12 persen secara menyeluruh. Kenaikan itu hanya akan diberlakukan untuk barang-barang mewah mulai 1 Januari 2025.
Pengurus Gerakan Hati Nurani Bangsa (GNB) Lukman Hakim Saifuddin bersyukur dan berterima kasih atas kebijakan Pemerintah yang bersedia membatalkan rencana kenaikan PPN 12 persen.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah bersedia mengabulkan aspirasi masyarakat banyak," ujar Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Rabu (1/1/2025).
Menurut dia, pembatalan kenaikan pajak tersebut menunjukkan bahwa pemerintah saat ini mau mendengarkan aspirasi dari rakyat.
"Ini menunjukkan pemerintah cukup sensitif serta mau mendengar dan bisa ikut merasakan apa yang selama ini menjadi harapan masyarakat menengah bawah," ucap Lukman.
"Sebagai bagian dari masyarakat sipil yang ikut memperjuangkan suara publik, Gerakan Nurani Bangsa menyambut baik pembatalan itu," kata Mantan Menteri Agama RI ini.