Jumat 07 Jun 2024 13:40 WIB

PM Hungaria Tolak Kirim Pasukan ke Ukraina Jika NATO Ikut Campur

Viktor Orban juga menolak Hungaria mendukung Mark Rutte jadi sekjen NATO.

Rep: Antara/Anadolu/ Red: Erik Purnama Putra
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.
Foto: AP Photo/Markus Schreiber
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST -- Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban dengan tegas menolak pengiriman tentara ke Ukraina jika NATO melakukan intervensi dalam konflik dengan Rusia. Hal itu karena akan merugikan kepentingan nasional negara yang berbatasan dengan Ukraina tersebut.

"Orang-orang Ukraina berpikir bahwa semakin banyak negara yang mereka libatkan dalam perang melawan Rusia, semakin besar peluang mereka untuk menang, itulah sebabnya mereka mencari keterlibatan Uni Eropa, bahkan seluruh dunia, dalam perang tersebut," kata Orban seperti dilaporkan Sputnik di Budapest, Jumat (7/6/2024).

Baca: Bertemu Dubes Slovakia, Prabowo Bahas Senjata Berstandar NATO

Dari sudut pandang tersebut, kata Orban, eskalasi perang adalah hal yang logis. Dia menekankan, rakyat Hungaria memahami pentingnya menghindari konflik karena akan hal itu akan merugikan kepentingan nasional.

 

Mengenai penentangannya terhadap PM Belanda Mark Rutte yang diperkirakan akan menggantikan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg setelah masa jabatan ketiganya berakhir pada Oktober 2024, Orban mengatakan, Hungaria tidak dapat mendukungnya. Hal itu karena reputasi Rutte di negara tersebut.

Baca: Prabowo Jamu Mantan PM Turkiye Bahas Kerja Sama Pertahanan

Menurut Orban, Hungaria mempunyai dua masalah dengan Rutte. Salah satunya adalah terkait kehormatan dan yang lainnya adalah tuntutan kebijakan militer. Hal itu mengingat pernyataan PM Belanda itu yang pernah mengatakan bahwa Hungaria harus dikeluarkan dari Uni Eropa dan harus bertekuk lutut.

"Sejauh menyangkut kehormatan, tidak ada politisi Barat dengan reputasi yang lebih buruk di Hungaria daripada Rutte," ucap Orban. Selain itu, kata dia, Rumania juga menentang pencalonan Rutte dan turut mencalonkan kandidat dari negaranya sendiri.

Mengenai tuntutan kebijakan militer, Orban menegaskan, Hungaria tidak dapat mendukung sekjen NATO yang percaya bahwa semua negara anggota NATO harus berkomitmen untuk berpartisipasi dalam operasi militer di luar wilayah aliansi tersebut. Dia tak mau Hungaria ikut berperang di Ukraina.

Baca: PT PAL dan Naval Group Siap Kembangkan Fregat Multi Misi Belharra

"Kami ingin mencapai kesepakatan dengan sekretaris jenderal masa depan yang tidak akan memaksa Hungaria untuk berpartisipasi dalam operasi militer NATO melawan Rusia di Ukraina, meskipun menjadi anggota NATO," ucap Orban.

 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement