Senin 01 Apr 2024 16:28 WIB

Puncak Musim Kemarau di NTB Diprediksi Terjadi Agustus 2024

Kemarau 2024 di Provinsi NTB diprediksi datang lebih lambat.

Kolam yang kekeringan di musim kemarau (ilustrasi). Musim kemarau di NTB diprediksi terjadi pada Agustus 2024.
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Kolam yang kekeringan di musim kemarau (ilustrasi). Musim kemarau di NTB diprediksi terjadi pada Agustus 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- ​​​​​Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan puncak musim kemarau di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diprakirakan terjadi pada Agustus 2024.

"Puncak musim kemarau diprediksi pada umumnya terjadi pada bulan Juli -Agustus 2024," kata Kepala Stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantijo di Mataram, Senin (1/4/2024).

Baca Juga

Perbandingan puncak musim kemarau 2024 di wilayah Nusa Tenggara Barat pada umumnya sama hingga maju dibandingkan kondisi rata–ratanya. Durasi musim kemarau 2024 diprediksi sebagian besar akan lebih pendek dibandingkan normalnya dengan durasi berkisar antara 13-24 dasarian(4–6 bulan).

"Pada periode peralihan musim, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti panas yang meningkat, hujan deras secara tiba-tiba dalam waktu singkat, dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba," katanya.

Kemarau 2024 di Provinsi NTB diprediksi datang lebih lambat dan dengan durasi lebih pendek dibandingkan normalnya. Wilayah Nusa Tenggara Barat telah memasuki musim hujan 2023/2024 dengan awal musim hujan bervariasi pada bulan November dasarian II hingga bulan Februari dasarian I.

"Apabila dibandingkan kondisi rata–ratanya awal musim hujan 2022/2023 wilayah Nusa Tenggara Barat cenderung mundur hingga lebih dari dasarian dibandingkan rata-ratanya," katanya.

Ia mengatakan fenomena ENSO saat ini masih pada kategori El Nino Moderate dan diprakirakan akan berlangsung hingga periode Mei-Juni-Juli (MJJ) 2024. Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan pada kategori positif dan diprediksi akan menuju kondisi netral hingga pertengahan tahun 2024.

Kemudian angin monsun masih aktif hingga April 2024, diprediksi Monsun Australia akan mulai aktif pada Mei-Juni 2024. Kondisi suhu muka air laut di perairan wilayah Nusa Tenggara barat saat ini terpantau dalam kondisi netral dan diprediksi menghangat hingga bulan September 2024.

"Awal musim kemarau 2024 di NTB diprediksi terjadi pada bulan April-Mei. Sifat hujan pada musim kemarau ini pada umumnya diprediksi pada kategori Atas Normal (AN)," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement