Sabtu 30 Mar 2024 17:14 WIB

BMKG Ingatkan Masyarakat NTT Waspada Bencana Saat Masa Pancaroba

Wilayah NTT saat ini masuk dalam masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Warga memancing dengan latar belakang awan mendung (ilustrasi). BMKG mengimbau masyarakat NTT waspadai bencaa saat musim pancaroba.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Warga memancing dengan latar belakang awan mendung (ilustrasi). BMKG mengimbau masyarakat NTT waspadai bencaa saat musim pancaroba.

REPUBLIKA.CO.ID, LARANTUKA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) mewaspadai kejadian bencana yang terjadi saat masa pancaroba atau peralihan musim. Pasalnya wilayah NTT saat ini masuk dalam masa peralihan.

"Waspada bencana, karena wilayah NTT saat ini berada dalam periode masa peralihan dari periode musim hujan ke musim kemarau," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek dari Kupang, Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga

Siti mengatakan, pada masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan sering adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat petir dan angin kencang berdurasi singkat. Hal itu disebabkan suhu permukaan laut yang hangat dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer.

Sti berpesan agar masyarakat mewaspadai adanya potensi bencana, seperti angin kencang berdurasi singkat, puting beliung, hujan secara sporadis dalam durasi singkat yang bersifat lokal, lalu banjir dan tanah longsor. Masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi dampak sambaran petir, pohon tumbang, dan baliho roboh.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, namun selalu waspada terhadap potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan berada di daerah rawan bencana. Sedangkan bagi warga yang melakukan aktivitas di luar rumah saat hujan dan angin kencang, Sti mengingatkan untuk mencari tempat perlindungan yang aman dan berhati-hati, karena jalanan yang sangat licin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement