Rabu 06 Mar 2024 23:42 WIB

Budaya Tertib Dinilai Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental

Budaya tertib dinilai merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Acara Rembuk Gerakan Indonesia Tertib dengan Tema Budaya Tertib Menuju Indonesia Emas, Rabu (6/3/2024).
Foto: Istimewa
Acara Rembuk Gerakan Indonesia Tertib dengan Tema Budaya Tertib Menuju Indonesia Emas, Rabu (6/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenko Polhukam RI ) meluncurkan Program Gerakan Indonesia Tertib pada Tahun 2024. 

Program ini ditujukan untuk mendukung visi Indonesia Emas yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menuju Tahun  2045 sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Polisi Rudolf Alberth Rodja mengatakan tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk berperilaku tertib dan penegakan hukum masih belum optimal.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya pembangunan budaya tertib melalui Gerakan Indonesia Tertib yang merupakan program dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. 

"Dibutuhkan karakter masyarakat yang tertib dan kolaboratif dalam mendukung setiap program yang telah ditetapkan pemerintah agar berdampak positif pada pembangunan Indonesia secara berkelanjutan,” kata Rudolf saat acara Rembuk Gerakan Indonesia Tertib dengan Tema "Budaya Tertib Menuju Indonesia Emas" di Batam, Kepulauan Riau, dalam rilisnya, Rabu (6/3/2024). 

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Papua menyampaikan bahwa program GIT difokuskan pada peningkatan perilaku tertib penggunaan ruang publik, tertib berlalu lintas, tertib antri dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat. 

Hal ini dapat kita lihat masih banyak kita jumpai pelanggaran yang terjadi, baik dari sisi pelaku pelanggar ketertiban lalu lintas, di jalan raya sering kita temui pengguna kendaraan bermotor yang berkendara sampai naik ke trotoar. 

Sementara dari sisi petugas ketertiban, masih ditemukan petugas yang berjaga namun tidak serius, main handphone, mengobrol dengan sesama petugas dan perilaku antre yang masih belum bisa dirasakan di tengah  masyarakat. 

"Pentingnya menanamkan budaya dan mindset  perilaku tertib dari terkecil, yakni lingkup keluarga, lingkungan RT dan RW serta masyarakat luas yang akan menjadi karakter seseorang,” ucap Rudolf.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan motivasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perilaku tertib di  berbagai aspek kehidupan dan tentunya diharapkan munculnya pioner pembangunan karakter masyarakat yang tertib melalui Gerakan Indonesia Tertib ini. 

“Karenanya, melalui Forum ini diharapkan kita mendapatkan bekal untuk menjadi pioneer pembangunan karakter masyarakat yang tertib melalui Gerakan Indonesia Tertib ini,” ujar Deputi Kamtibmas.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pun juga turut mendukung Gerakan Indonesia Tertib (GIT) melalui bidang komunikasi publik. Plt Direktur Informasi dan Komunikasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Marroli J. Indarto menyatakan bahwa upaya perubahan perilaku masyarakat terkait budaya tertib, budaya antri, budaya tertib berlalu lintas hingga budaya tertib pelayanan publik, merupakan tanggung jawab kita bersama, antara Pemerintah dan masyarakat. 

Hal ini menjadi penting karena bangsa yang maju adalah bangsa yang sudah mengkondisikan masyarakatnya untuk tertib dalam berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan. 

Untuk itu, Kominfo akan melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi ke masyarakat, baik secara langsung atau tidak langsung, melalu penyebaran berbagai konten informasi yang bersifat mendidik, mencerahkan dan memberdayakan, khususnya generasi muda sebagai target audience dan sekaligus sebagai agen perubahan dalam upaya implementasi gerakan Indonesia Tertib.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement