Senin 04 Mar 2024 22:32 WIB

KWI: Gereja Bisa Fasilitasi untuk Bebaskan Pilot Susi Air

Gereja menganjurkan pendekatan dialog dengan penuh keterbukaan dan kerendahan hati.

Pilot Susi Air Phillip Mark Mehrtens bersama KKB yang menyanderanya sejak tanggal 7 Pebruari 2023 di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Foto: Dok. Republika
Pilot Susi Air Phillip Mark Mehrtens bersama KKB yang menyanderanya sejak tanggal 7 Pebruari 2023 di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) turut menanggapi rencana pemerintah untuk menggunakan pendekatan gereja sebagai upaya membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Gereja dapat saja memfasilitasi untuk membebaskan Philip," kata Sekretaris Eksekutif Keadilan dan Perdamaian KWI Romo Marthen Jenarut, Senin (4/3/2024).

Baca Juga

Marthen menjelaskan penyanderaan terhadap Philip telah menjadi keprihatinan bersama. Ia menilai penyanderaan tersebut merupakan salah satu bentuk pembatasan hak hidup setiap manusia.

Sementara itu, dia mengatakan dalam konteks pembebasan Philip, gereja selalu menganjurkan pendekatan dialog dengan penuh keterbukaan dan kerendahan hati.

 

"Pendekatan gereja selalu dalam konteks kasih serta menghargai harkat dan martabat semua pihak yang terlibat dalam masalah ini," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyebut gereja tidak merestui cara-cara represif untuk membebaskan pilot Philip. "Cara-cara represif tidak akan menyelesaikan akar masalahnya. Prinsip utama dalam menyelesaikan penyanderaan ini adalah mengedepankan dialog," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto dengan tiga tokoh asal Nduga, Papua, membicarakan upaya membebaskan pilot Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB melalui pendekatan gereja.

"Mereka tiga tokoh asal (Nduga) juga ingin membantu, terutama dengan pendekatan gereja yang bisa membantu supaya pilot Philip Merthens ini bisa segera dibebaskan," kata Hadi saat ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

Pendekatan gereja dipilih lantaran mayoritas warga di Papua menganut agama Kristen dan Katolik. Melalui pendekatan gereja, pihaknya dapat dengan mudah melakukan pendekatan kepada para penyandera untuk membebaskan pilot tersebut.

Hadi pun tidak menjelaskan secara teknis metode pendekatan gereja yang dimaksud. Dia hanya menjelaskan bahwa hal tersebut baru berupa rencana yang belum direalisasikan.

"Ini baru tingkat pembicaraan saja dan mudah-mudahan dari situ mereka juga bisa melakukan tindakan-tindakan di lapangan," kata Hadi.

Pilot pesawat Susi Air Phillip Mark Mehrtens disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak tanggal 7 Februari 2023 sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Pesawat yang dikemudikan pilot asal Selandia Baru itu kemudian dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Berbagai upaya pembebasan sudah dilakukan pemerintah dan aparat keamanan, salah satunya melalui pendekatan persuasif yang dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement