Senin 04 Mar 2024 10:41 WIB

Suara PSI Meroket di Sirekap, Jokowi Serahkan ke Partai dan KPU

PSI mendapatkan tambahan 397.976 suara dalam enam hari terakhir.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengurus dan sejumlah kader muda PSI di Braga Permai, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024) malam WIB.
Foto: Dok Republika
Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengurus dan sejumlah kader muda PSI di Braga Permai, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2024) malam WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memberikan tanggapannya terkait meroketnya suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin anaknya, Kaesang Pangarep di Sirekap milik kPU. Jokowi pun menyerahkan hal itu kepada partai terkait dan juga Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Itu urusan partai. Tanyakan ke partai. Tanyakan ke KPU," kata Jokowi di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (4/3/2024).

Baca Juga

Raihan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tiba-tiba melonjak pada pekan lalu. Dalam enam hari terakhir, lonjakan hampir 400 ribu suara membuat total suara PSI melaju mendekati ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 4 persen.

Ledakan suara itu tampak dalam hasil penghitungan surat suara atau real count sementara yang dilakukan KPU menggunakan aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Data perolehan suara setiap partai dalam Pileg DPR RI itu dipublikasikan di laman pemilu2024.kpu.go.id.

Hasil real count terhadap data dari 530.776 tempat pemungutan suara (TPS) per Senin (26/2/2023) pukul 06.00 WIB, menunjukkan PSI masih mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen. Lantas, hasil real count terhadap 541.260 TPS per Sabtu (2/3/2023) pukul 13.00 WIB menunjukkan bahwa PSI sudah mendulang 2.399.469 suara atau 3,13 persen.

Dari data tersebut tampak PSI mendapatkan tambahan 397.976 suara dalam enam hari terakhir. Secara persentase, raihan suara PSI naik 0,45 persen. PSI satu-satunya partai yang mengalami lonjakan suara sebesar itu. Adapun data masuk untuk real count bertambah dari 10.484 TPS dalam enam hari terakhir.

Saat bersamaan, partai-partai yang sudah pasti tak lolos parlemen mengalami penurunan raihan suara. Hasil real count per Senin (26/2/2023) pukul 06.00 WIB, menunjukkan PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68 persen.

Baca: Jenderal Andika Perkasa Kini Besanan dengan Mantan KSAU

Adapun Partai Perindo mendapatkan 975.713 suara atau 1,32 persen, Hanura (585.692 atau 0,79 persen), Partai Buruh (481.564 atau 0,65 persen), Partai Ummat (352.101 atau 0,47 persen), PBB (289.745 atau 0,39 persen), Garuda (260.460 atau 0,35 persen), dan PKN (197.096 atau 0,26 persen).

Lantas, hasil real count per Sabtu (2/3/2023) pukul 13.00 WIB menunjukkan PSI sudah mendulang 2.399.469 suara atau 3,13 persen. Sementara itu, Perindo (961.937 suara atau 1,25 persen), Hanura (559.209 atau 0,73 persen), Partai Buruh (449.826 suara atau 0,59 persen), Partai Ummat (321.956 atau 0,42 persen), PBB (254.045 atau 0,33 persen), Garuda (221.368 suara 0,29 persen), dan PKN (159.642 suara atau 0,21 persen).

PSI merupakan satu-satunya partai yang mengalami kenaikan suara sebesar itu dalam enam hari terakhir. Lonjakan cukup besar juga didapatkan Partai Gelora yang raihan suaranya naik 332.016. Kenaikan raihan suara PSI dan Gelora lebih tinggi dibanding penambahan suara yang didapatkan partai parlemen, termasuk PDIP yang merupakan peraih suara terbanyak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement