Jumat 09 Feb 2024 19:48 WIB

Gelombang Tinggi Diprediksi Landa Perairan Aceh, BMKG: Jangan Paksakan Angkut Penumpang

BMKG melihat potensi gelombang tinggi di perairan Aceh beberapa hari ke depan.

Gelombang tinggi (ilustrasi). BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan laut jalur Banda Aceh-Sabang. Pelaku jasa penyeberangan diimbau tak memaksakan angkut penumpang.
Foto: ANTARA/AMPELSA
Gelombang tinggi (ilustrasi). BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan laut jalur Banda Aceh-Sabang. Pelaku jasa penyeberangan diimbau tak memaksakan angkut penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan laut jalur Banda Aceh-Sabang. Pelaku jasa penyeberangan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Faqih Musyaffa mengatakan, dengan melihat adanya potensi gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau pelaku jasa penyeberangan Sabang-Banda Aceh, baik kapal ferry roro maupun kapal cepat untuk tetap waspada. "Dan tidak memaksakan mengangkut penumpang jika cuaca tidak memungkinkan, serta memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yang dapat terjadi," kata Faqih di Aceh Besar, Jumat (9/2/2024).

Baca Juga

Apalagi, dalam beberapa hari ke depan, arus penumpang ke Pulau Weh Sabang itu masih tetap padat oleh wisatawan yang berlibur panjang momentum Isra Miraj dan Imlek 2024. "BMKG terus berupaya untuk selalu memberikan layanan informasi cuaca kepada masyarakat salah satunya cuaca maritim untuk mendukung aktivitas pelayaran dan penyeberangan agar aman dan selamat," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam tujuh hari ke depan, potensi kondisi gelombang laut di kawasan perairan penyeberangan Banda Aceh-Sabang cukup bervariasi. Pada Jumat dan Sabtu ini, kondisi gelombang laut masih dalam kategori rendah yakni antar 0,50 hingga 1,25 meter.

 

Kemudian gelombang laut berpotensi naik menjadi kategori sedang yakni antara 1,25-2,5 meter, yang terjadi pada Ahad mendatang. "Dan berlanjut mencapai kategori tinggi, dengan tinggi gelombang laut antara 2,5-4 meter pada 12-13 Februari 2024, kemudian berangsur turun dalam kategori sedang pada 14 Februari dan kategori rendah pada 15 dan 16 Februari 2024," ujarnya.

Untuk kondisi kecepatan angin, lanjut Faqih, secara umum kecepatan angin di daratan wilayah provinsi paling barat Indonesia itu berkisar antara nol hingga 30 kilometer per jam. "Dengan adanya potensi angin kencang di wilayah kepulauan seperti Pulo Aceh Aceh Besar, dan Sabang serta sebagian wilayah pegunungan bagian tengah Aceh seperti Aceh Tenggara dan Aceh Singkil," ujarnya.

Khusus untuk Sabtu dan Ahad, BMKG memperkirakan adanya potensi angin kencang yang bertiup dari utara ke timur laut, dengan kecepatan angin mencapai 37-40 kilometer per jam di wilayah perairan utara Sabang, perairan Sabang-Banda Aceh, Selat Malaka Bagian Utara, Samudera Hindia Barat Aceh dan sekitarnya.

"Dimohon kepada nelayan dan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement