Kamis 08 Feb 2024 15:12 WIB

Universitas BSI Raih Penghargaan CSIRT dari LLDIKTI Wilayah III Jakarta

LLDIKTI memberikan penghargaan kepada para pimpinan perguruan tinggi dan dosen

LLDIKTI Wilayah III Jakarta menyelenggarakan RAKORDA sebagai wujud pelaksanaan tugas dan fungsi dalam peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, sosialisasi, dan penyamaan persepsi terkait rencana pelaksanaan program pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Foto: dok UBSI
LLDIKTI Wilayah III Jakarta menyelenggarakan RAKORDA sebagai wujud pelaksanaan tugas dan fungsi dalam peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, sosialisasi, dan penyamaan persepsi terkait rencana pelaksanaan program pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) meraih penghargaan prestisius dalam Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta Tahun 2024. Acara berlangsung di Gedung Grand Chapel, Universitas Pelita Harapan, Kabupaten Tangerang, Kamis (1/2/2024).

LLDIKTI Wilayah III Jakarta menyelenggarakan RAKORDA sebagai wujud pelaksanaan tugas dan fungsi dalam peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, sosialisasi, dan penyamaan persepsi terkait rencana pelaksanaan program pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Dalam RAKORDA ini, LLDIKTI memberikan penghargaan kepada para pimpinan Perguruan Tinggi, Guru Besar, dosen, dan mahasiswa di wilayah III DKI Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih. Universitas BSI meraih beberapa penghargaan, salah satunya menjadi Perguruan Tinggi yang telah membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT).

Prof Dr Ir Mochamad Wahyudi, Rektor Universitas BSI, yang menerima penghargaan secara langsung, menyampaikan rasa bangganya. "Saya merasa bangga karena Universitas BSI kini semakin terlindungi dari serangan Cyber, baik yang datang dari dalam maupun dari luar,”

“Harapannya, ke depan, gangguan keamanan yang diakibatkan dari serangan cyber ke sistem-sistem yang ada di Universitas BSI dapat diatasi dengan cepat dan sistem Universitas BSI semakin handal dalam menghadapi serangan-serangan tersebut," ungkap Prof Wahyudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement