Senin 08 Jan 2024 14:57 WIB

Survei Median: Prabowo-Gibran 43,1 Persen dan Anies-Muhaimin 26,8 Persen

Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 20,1 persen dan 10 persen belum menentukan pilihan.

Direktur Eksekusif Median, Ade Irfan Abdurahman merilis survei terkini pasangan peserta Pilpres 2024.
Foto: Republika.co.id
Direktur Eksekusif Median, Ade Irfan Abdurahman merilis survei terkini pasangan peserta Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga survei Median merilis hasil sigi terbaru bertajuk 'Dinamika Elektoral Pileg dan Pilpres 2024. periode 23 Desember 2023-1 Januari 2024. Survei terdiri 1.500 responden dengan margin of error sekitar 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender.

Direktur Eksekusif Median, Ade Irfan Abdurahman menjelaskan, elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di angka 43,1 persen berbanding Anies Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar dengan 26,8 persen. Adapun pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 20,1 persen dan masih ada 10 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab siapa presiden yang bakal dipilih.

"Pasangan Prabowo-Gibran memperlebar jarak selisih dengan pasangan lain. Jika Anies-Muhaimin di posisi ketiga pada survei bulan November, dalam waktu sebulan bisa naik di posisi kedua. Pasangan Ganjar-Mahfud yang turun," kata Irfan dalam paparan di Jakarta, Senin (8/1/2024).

Sementara itu pada survei periode 20-27 November 2023, pasangan Prabowo-Gibran meraih 37,0 persen, disusul Ganjar-Mahfud 26,7 persen, dan Anies-Muhaimin 25,4 persen. Menurut Irfan, dalam rentang sebulan, pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin elektabilitasnya sama-sama naik. Jika Prabowo-Gibran naik 6,1 persen maka Anies-Muhaimin naik 1,4 persen. Pada saat bersamaan, elektabilitas Ganjar-Mahfud menurun 6,6 persen.

Dia memiliki analisis, naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran disebabkan beralihnya dukungan masyarakat ke pasangan Ganjar-Mahfud. Perpindahan suara itu sangat besar terjadi lantaran pasangan Anies-Muhaimin tidak mendapatkan limpahan suara signifikan.

Dengan posisi sekarang maka Prabowo-Gibran melebarkan jarak dengan peringkat kedua. "Sekarang elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran selisih 16,3 persen dengan Anies-Muhaimin dan Anies Muhaimin selisih 6,7 persen dengan Ganjar-Mahfud," kata Irfan.

Adapun elektabilitas partai, menurut Irfan, PDIP masih di urutan teratas dengan 20,8 persen diikuti Gerindra yang menempel ketat di 20,1 persen. Posisi ketiga ditempati Golkar dengan 8,5 persen, PKB 8,0 persen, dan Nasdem 7,6 persen.

"PKS, PAN, dan Demokrat menempati posisi keenam sampai kedelapan di atas ambang batas parlemen," ujar Irfan. Adapun dua partai pendatang baru, yaitu PSI dan Gelora memiliki elektabilitas 2,9 persen dan 2,8 persen. Sehingga, keduanya masih memiliki peluang untuk lolos ke Senayan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement