Senin 11 Dec 2023 22:34 WIB

Wisatawan yang Berkunjung ke Cianjur Diimbau Waspada di Jalur Rawan Bencana Alam

Pemkab Cianjur sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah objek wisata.

Wana Wisata Pokland Haurwangi, Kabupaten Cianjur.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Wana Wisata Pokland Haurwangi, Kabupaten Cianjur.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluarkan peringatan bagi wisatawan yang hendak berlibur di sejumlah wilayah di Cianjur untuk tetap berhati-hati dan waspada saat melintas di jalur rawan bencana alam. Kepala Pelaksana BPBD Cianjur, Asep Sukma Wijaya di Cianjur, Senin (11/12/2023) mengatakan, menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, pihaknya menempatkan puluhan petugas dan 100-an relawan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di obyek wisata yang ada di Cianjur.  

"Kami sudah membuat pemetaan sejumlah obyek wisata rawan bencana mulai dari wilayah utara sampai selatan Cianjur, termasuk jalur wisata yang rawan longsor seperti jalan raya Ciwidey-Naringgul, Cibeber-Sukanagara, Jalur Puncak-Cipanas, sehingga menjelang libur panjang akan ditempatkan petugas," katanya.

Baca Juga

Asep menjelaskan, sejak satu bulan terakhir pihaknya sudah menyiagakan seluruh relawan di masing-masing kecamatan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan termasuk di sejumlah obyek wisata terutama pantai dan air terjun yang banyak terdapat di Cianjur.  

"Kami terus meningkatkan upaya antisipasi termasuk berkoordinasi dengan TNI/Polri di masing-masing kecamatan, sebagai upaya penanganan cepat ketika terjadi bencana, petugas dan relawan akan meminta wisatawan untuk berhati-hati dan waspada saat berwisata dan melintas jalur rawan," katanya.

 

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur, Fajar Aciana, mengatakan setelah menggelar apel siaga bencana beberapa hari yang lalu, pihaknya langsung membentuk tim khusus terdiri dari sejumlah relawan guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana.

Bahkan pihaknya menyiagakan puluhan relawan di masing-masing kecamatan untuk membantu aparatur desa dan kecamatan, untuk melakukan pengawasan, pemantauan dan pelaporan situasi di setiap wilayah terutama ketika hujan turun deras setiap harinya.

"Kami bentuk tim khusus terdiri dari 25 orang relawan yang setiap harinya diberlakukan piket di markas, guna melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk berkoordinasi dengan BPBD, TNI/Polri dan aparatur desa dan kecamatan," katanya.

Hingga saat ini, tambah dia, PMI Cianjur masih rutin memberikan pelayanan kemanusiaan ketika terjadi bencana, termasuk menempatkan sejumlah relawan di obyek wisata terutama menjelang libur panjang natal dan tahun baru di posko bersama.

"Kami juga menyiagakan dua unit mobil ambulan ketika libur panjang natal dan tahun baru, guna melakukan pelayanan kesehatan atau ketika terjadi kecelakaan," katanya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement