Rabu 06 Dec 2023 10:29 WIB

Jumlah Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Marapi Bertambah 15

Dari 15 korban meninggal, 10 di antaranya sudah terindentifikasi.

 Jenazah korban erupsi Gunung Marapi dievakuasi dengan ambulans di Batu Palano, Sumbar, Selasa (5/12/2023).
Foto: AP Photo/Ardhy Fernando
Jenazah korban erupsi Gunung Marapi dievakuasi dengan ambulans di Batu Palano, Sumbar, Selasa (5/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban terkonfirmasi meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi, Sumatra Barat (Sumbar), bertambah menjadi 15 orang. Sementara itu, pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

"Hingga Selasa (5/12/2023) pukul 22.28 WIB, sepuluh di antaranya sudah dapat teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI)," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Baca Juga

Abdul mengatakan lima jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi di RSUD Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Dengan adanya penambahan korban tersebut, maka jumlah pendaki yang masih belum bisa dievakuasi sebanyak delapan orang.

Gunung Marapi tercatat sudah mengalami erupsi sebanyak 46 kali. Erupsi terakhir tercatat melalui seismograf pada Selasa (5/12) pukul 06.24 WIB dengan amplitudo maksimum 25,1 mm dan durasi 80 detik.

"Gunung api dengan ketinggian 2.891 mdpl tersebut masih berstatus waspada atau Level II," ujar Abdul.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement