Senin 27 Nov 2023 21:14 WIB

Panglima TNI Sebut Empat Prajurit Gugur di Papua Sudah Dievakuasi

Keempat prajurit tersebut juga telah diberi santunan sebagaimana haknya.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kanan) tiba untuk menghadiri acara Deklarasi Kampanye Pemilu Damai di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (27/11/2023). KPU resmi membuka Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2024 yang dihadiri pasangan capres dan cawapres dari nokor urut 1, 2 dan 3 serta petinggi partai politik peaerta pemilu 2024. Masa kampanye akan dimulai selama 75 hari mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, 11-13 Februari masa tenang dan pemungutan suara akan digelar pada 14 Februari 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kanan) tiba untuk menghadiri acara Deklarasi Kampanye Pemilu Damai di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (27/11/2023). KPU resmi membuka Deklarasi Kampanye Pemilu Damai 2024 yang dihadiri pasangan capres dan cawapres dari nokor urut 1, 2 dan 3 serta petinggi partai politik peaerta pemilu 2024. Masa kampanye akan dimulai selama 75 hari mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, 11-13 Februari masa tenang dan pemungutan suara akan digelar pada 14 Februari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan empat prajurit Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad yang gugur di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua, telah dievakuasi. Keempatnya dibawa ke rumah duka.

"Sudah (dievakuasi) hari ini, dibawa ke rumah duka masing-masing. Jawa Barat, Jawa Tengah,” kata Agus ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional Sentra Penegakan Hukum Terpadu di Jakarta, Senin (27/11/2023).

Baca Juga

Keempat prajurit tersebut juga telah diberi santunan sebagaimana haknya. "Kita berikan santunan sesuai hak-hak dia. Ada dari (PT) Asabri, TNI AD, Bank BRI, Bank BJB. Jumlahnya per orang lebih dari Rp 500 juta," kata Agus.

Panglima juga menyatakan berduka cita atas kejadian itu. "Kita semua turut berduka cita," ujarnya.

 

Agus Subiyanto mengatakan bahwa gugurnya empat prajurit TNI itu berkaitan dengan operasi pengejaran terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Paro. "Itu pengejaran kemarin yang OPM membunuh masyarakat yang ada di Paro," tegas Panglima.

Empat prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Yipsan Ladou, Praka Dwi Bekti Probo Siniwoko, Pratu Miftahul Firdaus, dan Prada Darmawan. Keempatnya gugur saat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (25/11/2023).

Salah satu jenazah prajurit yang gugur, Dwi Bekti Probo Siniwoko (28 tahun), dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Madiun, Jawa Timur, Senin. Pemakaman dilakukan secara militer dengan dipimpin Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayor Jenderal TNI Haryanto.

Almarhum Probo Siniwoko yang gugur dalam tugas mendapat kenaikan pangkat luar biasa sebagai penghargaan dari negara atas darma baktinya kepada nusa dan bangsa, dari pangkat sebelumnya prajurit kepala menjadi kopral dua anumerta.

"Keluarga besar TNI AD sangat berduka cita kehilangan prajurit terbaik. Almarhum Kopda Anumerta Dwi Bekti Probo Siniwoko merupakan kusuma bangsa yang gugur dalam menunaikan tugas negara. Sebagai tanda jasa bagi prajurit yang gugur dalam tugas, mendapatkan hak berupa kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat," ujar Mayjen TNI Haryanto dalam sambutan upacara pemakaman militer tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement