Senin 27 Nov 2023 14:55 WIB

Pesan Jokowi ke Nawawi Pomolango: Hati-Hati Jalankan Tugas

Presiden Jokowi berikan pesan kepada Nawawi Pomolango agar hati-hati jalankan tugas.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan
Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango. Presiden Jokowi berikan pesan kepada Nawawi Pomolango agar hati-hati jalankan tugas.
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango. Presiden Jokowi berikan pesan kepada Nawawi Pomolango agar hati-hati jalankan tugas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sementara Nawawi Pomolango agar berhati-hati dalam menjalankan tugas. Hal ini disampaikan Jokowi usai adanya kasus dugaan pemerasaan di Kementerian Pertanian oleh Firli Bahuri.

"Beliau tadi dengan mimik ini aja kalau membaca, tapi ada satu ucapan hati-hati dalam menjalankan tugas," kata Nawawi usai mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/11/2023).

Baca Juga

Sebagai Ketua KPK Sementara, Nawawi menyebut ada tugas berat yang harus diembannya setelah Firli ditetapkan sebagai tersangka. Akibatnya, rasa kepercayaan masyarakat kepada KPK pun semakin tergerus.

"Satu hal yang paling bisa menjadi beban karena tergerusnya rasa kepercayaan masyarakat itu," ujar dia.

Karena itu, usai acara pengucapan sumpah jabatan, Nawawi akan menggelar rapat bersama pimpinan dan pejabat struktural di KPK untuk menyikapi situasi yang dihadapi KPK saat ini.

"Rapim barangkali kita berbincang mengenai segala hal yang banyak yang harus kita lakukan dalam dan menjadi skala prioritas kita karena banyak menyikapi situasi yang dihadapi Komisi Pemberantasan Korupsi," kata Nawawi.

Nawawi mengatakan, prioritas KPK saat ini adalah memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga antirasuah ini.

"Terpenting ya itu tadi bagaimana sedikit dalam tanda kutip sedikit aja memulihkan tergerusnya rasa kepercayaan masyarakat ini terhadap lembaga itu harus ditekankan," ujar Nawawi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement