Senin 27 Nov 2023 08:32 WIB

Soal Gagasan PKS Jakarta Tetap Jadi Ibu Kota Negara, Ini Respons Anies

Anies tak ingin ada ketimpangan baru,

Rep: Eva Rianti/ Red: Teguh Firmansyah
Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menghadiri launching program kampanye PKS di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Ahad (26/11/2023).
Foto: Republika/Alkhaledi Kurnialam
Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menghadiri launching program kampanye PKS di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Ahad (26/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menanggapi gagasan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) -salah satu partai pengusungnya- yang menggaungkan gagasan agar Jakarta tetap menjadi Ibu Kota Negara.

Alih-alih berpindah ibu kota ke Kalimantan Timur pada 2024 atas keinginan Presiden Joko Widodo yang berkuasa saat ini, Anies berpendapat bahwa yang sebenarnya perlu diupayakan adalah pertumbuhan pembangunan yang merata.

Baca Juga

"Yang dibutuhkan di Indonesia hari ini adalah pemerataan pertumbuhan dimana pembangunan itu dilakukan bukah hanya di satu lokasi tapi di banyak lokasi," kata Anies kepada wartawan di Jakarta, Ahad (26/11/2023). 

 

Anies menyebut kesetaraan pembangunan lah yang mesti dimaksimalkan sehingga mengurangi terjadinya ketimpangan antara satu titik dengan titik lainnya. 

 

"Jangan sampai kita membangun hanya di satu lokasi yang justru menimbulkan ketimpangan baru. Inilah visi kita, dan kita semua menyiapkan susunan programnya untuk bisa mendorong desa-desa maju, kota kecil menjadi menengah, yang menengah menjadi besar di seluruh wilayah indonesia," jelasnya. 

 

Anies pun menyinggung mengenai alokasi dana untuk pembangunan. Dia mengkritik agar alokasi anggaran pembangunan bisa tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia. 

 

"Alokasi anggaran yang biasa disiapkan hanya untuk satu tempat kita berpandangan memang perlu dikerjakan untuk banyak tempat," ujar dia. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement