Selasa 14 Nov 2023 16:58 WIB

Warga Kota Bogor Ternyata Bisa Dapat Ganti Rugi Bila Tertimpa Pohon yang Bertumbangan

Besaran asuransi yang diberikan maksimal sebesar Rp 25 juta per kejadian

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pengendara motor melintas di dekat bagian pohon yang tumbang di Jalan Salak, Kota Bogor, Jawa Barat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengendara motor melintas di dekat bagian pohon yang tumbang di Jalan Salak, Kota Bogor, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sejak akhir Oktober lalu hingga hari ini, sebanyak 35 pohon di Kota Bogor dilaporkan tumbang ketika hujan deras dan angin kencang melanda. Pohon-pohon yang tumbang itu bahkan ada yang menimpa mobil dan rumah warga.

Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti, mengatakan data itu diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, dengan jumlah 25 kejadian pada 31 Oktober 2023. Serta 10 kejadian pohon tumbang yang ditangani Disperumkim sejak 1-13 November 2023.

Baca Juga

“Terdapat kejadian pohon tumbang, yang terdiri dari pohon yang berada di jalur hijau dan area privat milik warga Kota Bogor,” kata Devi kepada Republika, Selasa (14/11/2023).

Lebih lanjut, Devi mengatakan, kejadian pohon rawan tumbang paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Bogor Barat. Hal itu juga dipicu oleh cuaca ekstrem yang menerjang kawasan tersebut.

“Untuk kejadian pohon rawan tumbang secara sporadis kemarin banyak terjadi di wilayah Bogor Barat. Karena cuaca ekstrem berupa angin besar lebih banyak terjadi di wilayah tersebut,” jelas Devi.

Sementara itu, sambung dia, Disperumkim Kota Bogor menyediakan asuransi bagi warga yang mengalami kerugian akibat kejadian pohon tumbang. Besaran asuransi yang diberikan maksimal sebesar Rp 25 juta per kejadian.

“Terdapat asuransi bagi warga yang menderita kerugian akibat kejadian pohon tumbang. Sejauh ini telah ada beberapa pihak yang mengajukan dengan tetap memenuhi persyaratan sesuai yang diberikan oleh pihak asuransi,” ujarnya.

Di samping itu, Devi menyebutkan, pihaknya mencatat ada 242 pohon ber-KTP merah atau rawan tumbang. Ratusan pohon ini tersebar di 33 titik jalan utama dan jalan penghubung, dan terus dilakukan penanganan memasuki musim hujan ini.

“Beberapa faktor yang menyebakan pohon rawan tumbang adalah cuaca yang kurang baik, lokasi pohon berada di lahan yang ekstrem, Kondisi kesehatan pohon, ukuran pohon yang relatif tinggi dan faktor eksternal lainnya,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement