Selasa 14 Nov 2023 01:00 WIB

Ini Pesan-Pesan Komisi I untuk Jenderal Agus Subiyanto Usai Disetujui Jadi Panglima TNI

Komisi I akan melakukan verifikasi faktual dengan mendatangi kediaman Agus.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid (tengah) bersama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (kiri), Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo (kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang juga Calon Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kedua kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadja Prasetyo (keempat kanan) dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali (ketiga kanan) berfoto bersama sebelum uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/11/2023). KSAD Agus Subiyanto menjadi calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono yang memasuk masa pensiun. Pada kesempatan tersebut KSAD Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan visi TNI yang PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid (tengah) bersama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (kiri), Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo (kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang juga Calon Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kedua kanan), Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadja Prasetyo (keempat kanan) dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali (ketiga kanan) berfoto bersama sebelum uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/11/2023). KSAD Agus Subiyanto menjadi calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono yang memasuk masa pensiun. Pada kesempatan tersebut KSAD Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan visi TNI yang PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi I DPR telah menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan selama sekira dua jam, serta menetapkan Jenderal Agus Subiyanto sebagai panglima TNI terpilih. Terdapat dua pesan penting yang dititipkan Komisi I kepada pengganti Laksamana Yudo Margono itu.

"Pesan-pesan yang dititipkan oleh Komisi I diantaranya adalah netralitas TNI, yang kedua profesionalitas prajurit. Kemudian kesejahteraan prajurit dan lain-lain nanti bisa beliau tambahkan," ujar Ketua Komisi I Meutya Hafid usai uji kelayakan dan kepatutan, Senin (13/11/2023).

Baca Juga

Setelah uji kelayakan dan kepatutan, Komisi I akan melakukan verifikasi faktual dengan mendatangi kediaman Agus. Adapun penetapannya, rencananya akan dilakukan DPR lewat rapat paripurna pada 21 November mendatang.

"Kita ada paripurna lagi tanggal 21, jadi Insya Allah (penetapan panglima TNI terpilih) di tanggal 21 (November). Pak Panglima ada di Jakarta ya tanggal 21," ujar Meutya.

Agus sendiri mengungkapkan, fit and proper test dengan Komisi I berjalan dengan lancar. Salah satu pesan penting yang disampaikannya adalah profesionalisme TNI di bawah kepemimpinannya.

"Dimana nanti profesionalisme ini selain peningkatan sumber daya manusia, akan didukung oleh alutsista yang tentunya sesuai RPJM yang sudah tertera dalam RPJMN tahun 2020-2024," ujar Agus.

Selain itu, ia juga menekankan netralitas TNI pada Pemilu 2024. TNI dalam Pemilu 2024 berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Di dalamnya mengatur, sanksi denda maupun pidana bagi anggota TNI aktif yang terlibat dalam kampanye.

Dalam UU Pemilu, bentuk keikutsertaan selanjutnya yang tidak boleh dilakukan oleh anggota TNI adalah termasuk melaksanakan, menjadi peserta, dan tim kampanye peserta pemilu. Lalu, aparat TNI juga dilarang melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan peserta atau tim kampanye tertentu di pemilu.

"Apabila TNI berpolitik praktis akan dikenakan hukuman pidana ataupun disiplin, hukuman disiplin dari atasannya. Kita juga sudah menjelaskan kepada Komisi I bagaimana langkah-langkah netralitas TNI ini," ujar Agus.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement