Senin 06 Nov 2023 03:56 WIB

Komunitas Lingkungan dan Kalla Edukasi Masyarakat Kenali Jenis Sampah

Pengelolaan sampah harus digencarkan untuk lestarikan lingkungan.

Ilustrasi pengelolaan sampah.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Ilustrasi pengelolaan sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Komunitas Lingkungan di Kota Makassar bernama Yayasan Lestari Mulia (YLM) berkolaborasi dengan Kalla dalam mengedukasi masyarakat mengenali jenis sampah melalui Kalla Youth Fest (KYF) 2023.

KYF 2023 yang digelar selama dua hari 4-5 November di Nipah Park Makassar ini bukan hanya menyajikan konser musik, talkshow inspiratif, festival kuliner hingga festival UMKM, namun juga ingin meningkatkan pengetahuan para pengunjung terkait berbagai jenis sampah.

Baca Juga

"Pengetahuan terkait jenis-jenis sampah di masyarakat masih terbilang minim, banyak dari masyarakat kita yang tidak terbiasa memilah. Sebab wadah pilah pun tidak tersedia dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Direktur YLM Makassar Ahmad Ighfar di Makassar, Ahad (5/11/2023).

Maka dari itu, kolaborasi antara YLM dan Kalla hadir untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap persampahan, utamanya jenis-jenis sampah melalui wadah pilah yang disiapkan di sudut-sudut tempat acara berlangsung.

 

Wadah pilah yang disiapkan dengan empat jenis sampah yaitu sampah plastik, sampah botol, sampah organik (sisa makanan) dan sampah residu pada area festival makanan.

Kata Ahmad Ighfar, wadah pilah ini diharapkan bisa menjadi pemantik kesadaran masyarakat, khususnya para pengunjung KYF 2023 agar bijak memperlakukan sampah yang dihasilkan sendiri. Tidak hanya sampai membuang sampah pada tempatnya, namun juga mampu memilah sampahnya sesuai wadah pilah yang tersedia.

Selain wadah pilah, program tukar botol juga menyemarakkan KYF 2023. Masyarakat tampak antusias mengikuti program ini, sebab hanya dengan membawa dua botol bekas, mereka telah bisa menikmati ice cream atau berhak memiliki totebag.

Selain itu, pesan-pesan papan wicara dihadirkan pula untuk menggaet pengunjung bisa semakin peka terhadap kondisi iklim yang dipengaruhi oleh semakin banyak produksi sampah oleh manusia.

"Kita berharap mental masyarakat bisa berubah dengan adanya edukasi ini, bahwa plastik itu ada nilainya dan memilah sampah itu mudah, tidak sesulit yang dibayangkan," kata Ahmad.

Pihak YLM turut mengapresiasi kolaborasi bersama Kalla sebagai pihak swasta yang ikut peduli terhadap aksi-aksi edukasi persampahan dan meminimalisir sampah. Diharapkan para perusahaan lain juga bisa melakukan hal serupa.

Subhan Djaya Mappaturung selaku Chief Corporate Secretary, Legal & Marketing Kalla menyebut kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan positif bagi generasi muda untuk berkreasi dan berkolaborasi dalam menciptakan karya yang inovatif.

"Dengan harapan nantinya dapat memberikan banyak manfaat, bukan hanya kepada masyarakat, namun juga terhadap lingkungan," kata dia.

Menurutnya, industri kreatif semakin memberikan peluang yang sangat besar bagi generasi muda, sehingga sangat penting untuk meningkatkan skill dalam mempersiapkan diri menghadapi tren global yang nantinya akan terbuka semakin lebar.

"Oleh karena itu kita harus turut aktif dalam memanfaatkan ruang yang ada serta tidak henti-hentinya memperluas wawasan, salah satunya mengenali jenis-jenis sampah untuk menciptakan ekosistem yang bijak memperlakukan sampah," urainya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement