Ahad 08 Oct 2023 07:29 WIB

Dikunjungi Presiden PKS, Gus Salam Denanyar Berharap PKS Tetap Jaga Silaturahim

Rombongan PKS juga berziarah ke makam pendiri NU yakni KH Wahab Hasbullah.

Jajaran pengurus PKS saat di Pondok Pesantren Al Risalah Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/10/2023).
Foto: ANTARA/ HO-PKS
Jajaran pengurus PKS saat di Pondok Pesantren Al Risalah Mambaul Maarif Denanyar Jombang, Jawa Timur, Sabtu (7/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG--Pengasuh Pondok Pesantren Al Risalah Mambaul Maarif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) menerima kunjungan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan jajarannya. Saat menerima kunjungan rombongan Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan jajarannya ke Pondok Pesantren Al Risalah Mambaul Maarif Denanyar Jombang itu, Gus Salam berharap PKS senantiasa menjaga silaturahmi, termasuk menjelang Pemilu 2024.

"Silaturahim ke pondok-pondok pesantren seperti ini harus terus dilakukan," kata Gus Salam dalam rilis yang diterima, Sabtu (8/10/2023).

Baca Juga

Rombongan disambut pengasuh, KH Abdul Wahab Khalil dan KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam di pesantren tersebut. Gus Salam berpesan agar PKS terus melanjutkan kebiasaan silaturahimnya ke pondok-pondok pesantren untuk menemui para kiai.

Ia juga mengapresiasi posisi PKS yang selama 10 tahun menjadi oposisi pemerintah. Menurutnya dengan begitu, akan tercipta kesinambungan di negeri ini.

"Terima kasih silaturahimnya, sebagai upaya untuk terus berkomunikasi antar-anak bangsa untuk terus menguatkan semangat persatuan dan menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah sebagai landasan penting yang dibangun oleh founding father republik ini yang terus disuarakan pendiri NU. Semoga komunikasi yang terjalin terus berlanjut," katanya.

Gus Salam juga menyampaikan keyakinannya bahwa pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar akan ditakdirkan menang dalam Pilpres mendatang. "Terus bekerja sama menjaga suasana kondusif di Indonesia," kata dia.

Sementara itu, KH Abdul Wahab Khalil mengaku mengenal PKS sebagai partai yang mempunyai anggota yang militan. "Kami sangat mengenal PKS sebagai partai yang militan. Semoga terus terjaga, untuk kemenangan AMIN. Semoga semuanya bisa terhitung sebagai amal sholeh," kata Kiai Wahab.

Selain, mengunjungi Gus Salam dan Kiai Wahab di Ponpes Denanyar, rombongan PKS berziarah ke makam pendiri NU yakni KH Wahab Hasbullah dengan didampingi KH Sholahul Aam Wahib Wahab atau yang akrab dipanggil Gus Aam dan KH Ghozi Wahib Wahab, cucu Kiai Wahab Hasbullah.

Rombongan Presiden PKS juga sowan ke Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Dalam kesempatan itu, Kiai Marzuki memberikan hadiah berupa kitab berjudul "Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayah" kepada para pengurus PKS. Kitab yang disusun sendiri oleh Kiai Marzuqi tersebut berisi tentang dalil-dalil akidah dan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang biasa diamalkan oleh warga NU.

"Di pondok pesantren itu kegiatan utamanya ya mengaji kitab. Jadi mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mengaji kitab ini. Langsung baca bab akidah ahlus sunnah wal jamaah yang ada di halaman 31," kata Kiai Marzuki.

Selain mengaji, Kiai Marzuki bersama para petinggi PKS juga berdiskusi tentang upaya menguatkan komitmen kebangsaan dan sikap wasathiyah (moderasi) bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur Irwan Setiawan yang juga menemani Presiden PKS mengatakan silaturahmi ini penting dibangun. Ia juga dekat dengan keluarga NU termasuk Ketua PWNU itu. Menurutnya, sudah sekitar delapan kali sowan ke kediaman KH Marzuki Mustamar.

"Saya sudah sering sowan ke ndalem kiai. Ngaji kitab ke kiai. Selain itu, saya juga sering mendapat undangan dari PWNU Jawa Timur. Setiap kali PWNU menggelar kegiatan, PKS Jatim selalu diundang," kata pria 47 tahun yang lahir dari keluarga NU ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement