Ahad 24 Sep 2023 23:50 WIB

430 Hektare Lahan Pertanian Rusak Akibat Banjir di Pasaman Barat

Warga korban banjir mengalami gatal-gatal.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah
Foto udara aliran Sungai Batang Timah yang rusak akibat longsor dan banjir bandang di Nagari Malampah, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Senin (7/3/2022). Banjir bandang yang membawa material longsor pasca gempa Magnitudo 6,1 pada Jumat (25/2/2022) itu merusak aliran sungai Batang Kilangan dan Batang Timah.
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Foto udara aliran Sungai Batang Timah yang rusak akibat longsor dan banjir bandang di Nagari Malampah, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Senin (7/3/2022). Banjir bandang yang membawa material longsor pasca gempa Magnitudo 6,1 pada Jumat (25/2/2022) itu merusak aliran sungai Batang Kilangan dan Batang Timah.

REPUBLIKA.CO.ID, PASAMAN BARAT -- Banjir yang melanda Kabupaten Pasaman Barat pada Jumat (22/9/2023) lalu merusak 430 hektare lahan pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan lahan tersebut berada di Kecamatan Ranah Batahan seluas 226,5 hektare, Kecamatan Koto Balingka 21,5 hektare, Kecamatan Lembah Melintang 173 hektare dan di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie seluas 10 hektare.

Baca Juga

"Hasil pendataan sementara petugas di lapangan lahan pertanian yang terdampak seluas 430 hektare di empat kecamatan. Pada umumnya yang terdampak adalah lahan pertanian padi sawah masyarakat," kata Doddy, Ahad (24/9/2023).

Wilayah yang terdampak bencana banjir Jumat lalu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, yakni Kecamatan Lembah Melintang dengan rata-rata ketinggian air sekitar 50-150 sentimeter dengan 592 rumah terendam, satu rumah ibadah Masjid Raya Banjar Bahal Jorong Koto Sawah Nagari Ujung Gading dan SD Negeri 25 Lembah Melintang terendam banjir.

Selanjutnya, di Kecamatan Sungai Beremas ketinggian air sekitar 30 hingga 50 sentimeter yang berada di Jorong Bungo Tanjung. Lalu, di Kecamatan Koto Balingka ketinggian air sekitar 30-50 sentimeter dengan total rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 60 kepala Keluarga.

Selanjutnya, di Kecamatan Ranah Batahan ketinggian mencapai 60-100 sentimeter merendam 310 rumah warga, dan genangan air di Sawah Laweh Nagari Desa Baru Barat diperkirakan akan gagal panen. Masih terkait banjir di Pasaman Barat, Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kabupaten Pasaman Barat, memberikan pengobatan gratis di dua daerah yang terdampak banjir.

Koordinator Bidang Sosial, Pengabdian Masyarakat dan Tanggap Bencana IDI Cabang Pasaman Barat  Fahrul di Simpang Empat mengatakan organisasinya melakukan pengobatan pada dua kejorongan terdampak banjir.

"Kedua kejorongan itu adalah Jorong Air Napal Kecamatan Ranah Batahan dan Jorong Koto Sawah Kecamatan Lembah Melintang," ucap Fahrul.

Ia melakukan pengobatan pasien sebanyak 79 orang di Jorong Air Napal Kecamatan Ranah Batahan dan 94 orang di Jorong Koto Sawah Kecamatan Lembah Melintang. Dari hasil pemeriksaan dan pengobatan terhadap korban banjir itu penyakit yang banyak ditemukan, yaitu gatal-gatal pada kulit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement