Senin 18 Sep 2023 18:47 WIB

Polusi Udara Jakarta, Jokowi Ajak Masyarakat Tanam Pohon Sebanyak-banyaknya

Menurut dia, pohon di DKI Jakarta sangat kurang, sementara jumlah kendaraan banyak.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ani Nursalikah
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rais Aam PBNU LH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat sambutan dan membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2023 di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).
Foto: Dok PBNU
Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rais Aam PBNU LH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat sambutan dan membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) 2023 di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak bersama-sama merehabilitasi hutan dan menanam pohon sebanyak-banyaknya di DKI Jakarta.

Menurut dia, pohon di DKI Jakarta masih sangat kurang, sementara jumlah kendaraan justru sangat banyak. Akibatnya, polusi udara di DKI Jakarta memburuk.

Baca Juga

"Sekali lagi saya ajak kita semua untuk bersama-sama merehabilitasi hutan, menanam pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan kita, apalagi di Kota Jakarta, di DKI Jakarta pohonnya kurang kendaraannya banyak," kata Jokowi dalam sambutannya di Festival Lingkungan-Iklim-Kehutanan-Energi EBT (LIKE) di Indonesia Arena GBK, Senin (18/9/2023).

Ia pun kemudian menyebut, peserta yang hadir di acara tersebut yang mengalami batuk pasti berasal dari Jakarta. "Yang terjadi polusi, yang terjadi sekarang ini yang di Jakarta banyak orang batuk. Jadi yang batuk-batuk ini pasti dari Jakarta. Termasuk yang bersepeda juga hati-hati. Kalau pas bersepeda pakai masker," ujarnya.

 

Jokowi menyampaikan dunia saat ini sedang bertransisi menuju ekonomi hijau. Perubahan iklim yang tengah terjadi di dunia saat inipun membuat semua negara khawatir. Karena itu, ekonomi hijau menjadi salah satu fokus yang akan dilakukan oleh semua negara di dunia.

"Sekali lagi transisi menuju ekonomi hijau. Daur ulang sampah dikerjakan, produksi produk-produk industri dikerjakan, kendaraan listrik dimulai bangun semua di negara-negara yang siap, bio-diesel, bio-ethanol semua yang berbau green dikerjakan di semua negara," jelas Jokowi.

Selain itu, industri baterai untuk kendaraan listrik juga mulai dilakukan di berbagai negara. Karena itu, ia juga tak ingin Indonesia kehilangan kesempatan untuk membangun. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan bahan baku seperti nikel dan mangan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement