Kamis 31 Aug 2023 12:31 WIB

Banyak Alumni HIPMI Jadi Menteri, Jokowi: Jangan-Jangan HIPMI Jadi Himpunan Para Menteri

Jokowi mengaku dirinya juga anggota HIPMI daerah

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi melempar candaannya bahwa HIPMI merupakan singkatan dari Himpunan Para Menteri Indonesia karena banyaknya alumni HIPMI yang masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.
Foto: Antara
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi melempar candaannya bahwa HIPMI merupakan singkatan dari Himpunan Para Menteri Indonesia karena banyaknya alumni HIPMI yang masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melempar candaannya bahwa HIPMI merupakan singkatan dari Himpunan Para Menteri Indonesia karena banyaknya alumni HIPMI yang masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. Di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahilil Lahadalia, Wamen BUMN Rosan Roeslani, serta Menpora Dito Ariotedjo.

Hal ini disampaikan Jokowi saat peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Tahun 2023, Tangerang, Kamis (31/8/2023).

“Tadi yang disampaikan oleh Bung Akbar betul, alumni HIPMI banyak yang masuk di kabinet. Ada Pak Sandiaga, ada Pak Erick, ada pak Bahlil, ada Pak Rosan yang baru saja, ada Pak Dito, dan ada Presiden,” kata Jokowi.

“Saya jadi mikir-mikir nih, jangan-jangan HIPMI ini sudah menjadi Himpunan Para Menteri Indonesia, karena dari HIPMI menterinya banyak sekali dan terlalu banyak,” ujar Jokowi.

Tak mau ketinggalan, Jokowi pun menyebut bahwa dirinya juga merupakan alumni HIPMI tingkat daerah.

“Jangan dilupakan, saya ini adalah HIPMI, tetapi HIPMI daerah, HIPMI kampung memang belum masuk ke DPP, belum masuk ke HIPMI pusat, HIPMI daerah. Namun, sekali lagi Presiden tetap HIPMI,” kata dia.

Meskipun dirinya belum masuk ke HIPMI pusat, Jokowi menilai dirinya tetaplah menjadi bagian dari HIPMI yang bisa memberikan arahan kepada anggota HIPMI. Ia juga menilai tak masalah jika dirinya pun cawe-cawe.

“Jadi, kalau tadi ketua umum menyampaikan meminta arahan Presiden, kalau saya mengarahkan tidak salah? Karena saya masih kategori tadi Pak Latief tadi menyampaikan ke saya lho ‘Bapak itu, masuk kategori senior HIPMI, jadi kalau mengarahkan ya tidak apa-apa. Jadi kalau cawe-cawe juga tidak apa-apa’. Karena kan di keluarga kita sendiri kan?” ujarnya.

Jokowi melanjutkan, jika dirinya masih memiliki kesempatan, juga bisa memasukkan Ketua HIPMI Akbar Himawan Buchari ke dalam jajaran menteri kabinet. Namun menurut Jokowi, Akbar masih berkesempatan untuk menjadi menteri di kepemimpinan selanjutnya.

“Namun, tidak apa-apa kalau masih punya kesempatan saya, Bung Akbar saya masukan, jadi HIPMI lagi. Tapi, tidaklah, tidak, Bung Akbar mengantri untuk tahun depan jadi menteri bisa saya kira, meskipun Presidennya bukan saya, bung Akbar masuk itu sudah,” kata Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement