Ahad 13 Aug 2023 12:50 WIB

Pengelola Dukung Candi Borobudur Sebagai Wisata Spiritual

Borobudur berpeluang besar menjadi destinasi wisata agama di dunia.

Bhiksu menjalani ritual pradaksina saat perayaan Waisak 2567 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bhiksu menjalani ritual pradaksina saat perayaan Waisak 2567 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko mendukung kegiatan 'Famtrip Spiritual Tourism' yang diselenggarakan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney di kawasan Candi Borobudur mulai Agustus hingga akhir 2023. "PT TWC selaku pengelola destinasi Taman Wisata Candi Borobudur sangat antusias melaksanakan acara Famtrip berbasis Spiritual Tourism ini," kata kata Direktur Pemasaran, Pelayanan dan Pengembangan TWC Hetty Herawati di Sleman, Yogyakarta, Ahad (13/8/2023).

Menurut dia, program ini menjadi pintu masuk baru untuk mendatangkan wisatawan ke destinasi pariwisata yang dikelola oleh TWC.

Baca Juga

"Kegiatan Famtrip ini adalah upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan Candi Borobudur sebagai 'Spiritual Destination' kepada 'inbound tour operator' khususnya dari Thailand dan negara Asia berbasis Buddhist, komunitas Buddhist, spiritual leader, maupun spiritual enthusiast yang tumbuh pesat pascapandemi," katanya.

Ia mengatakan, Borobudur memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata pilgrim (wisata agama) dunia karena merupakan candi Buddha terbesar di dunia dengan nilai sejarah dan spiritual yang luar biasa.

"Nilai-nilai universal tentang kebajikan dan filosofi kehidupan yang terukir dalam relief dan arsitektur Candi Borobudur tidak hanya relevan untuk umat Buddha, namun juga untuk semua wisatawan yang mencari pengalaman spiritual sekaligus budaya," katanya.

Hetty mengatakan, kegiatan famtrip ini diharapkan dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan dengan 'inbound tour operator' dalam mengembangkan paket pilgrim tour mancanegara, meningkatkan kunjungan wisatawan berbasis spiritual dan budaya, serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekosistem pariwisata di Kawasan DPSP Borobudur secara luas.

"Kegiatan Famtrip ini merupakan salah satu wujud nyata tumbuhnya 'Spiritual Tourism' di kawasan Candi Borobudur, menyusul berbagai kegiatan spiritual yang telah dilakukan termasuk Festival Purnama Waisak," katanya.

Ia mengatakan, aktivitas keagamaan di destinasi TWC juga bagian dari program 'Quality and Sustainable Tourism' karena memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

"Hal ini selaras dengan komitmen TWC dalam mengembangkan kawasan Candi Borobudur berbasis pada keseimbangan empat pilar fungsi, yaitu Konservasi, Spiritual, Edukasi dan Pariwisata," katanya.

Hingga akhir 2023 direncanakan 10 kali Famtrip, dengan Famtrip pertama pada 8 - 11 Agustus 2023, di destinasi Candi Borobudur. Para peserta Famtrip terdiri oleh Bhante dari Thailand, inbound tour operator dari Thailand, dan tour operator dari Indonesia.

"Para peserta Famtrip disuguhkan rangkaian pengalaman spiritual, meditasi, pengalaman budaya serta kuliner khas daerah dalam kemasan story telling tematik," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement