Kamis 27 Jul 2023 22:36 WIB

Polresta Padang Tindak Penyelewengan Elpiji Bersubsidi di Padang

Polresta Padang menggerebek gudang yang dicurigai sebagai tempat pengoplosan elpiji.

Rep: Febrian Fachri / Red: Gita Amanda
Polresta Padang menggerebek gudang yang dicurigai sebagai tempat pengoplosan elpiji bersubsidi di Padang. (ilustrasi)
Foto: Prayogi/Republika
Polresta Padang menggerebek gudang yang dicurigai sebagai tempat pengoplosan elpiji bersubsidi di Padang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Polresta Padang menggerebek gudang yang dicurigai sebagai tempat pengoplosan elpiji bersubsidi di Padang. Saat melakukan penggerebekan, polisi mendapati pelaku sedang beraktivitas mengoplos gas elpiji. Lokasinya adalah di Jalan Mata Air, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Ardiansyah mengatakan kepolisian melakukan penggerebekan setelah adanya laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan.

Baca Juga

"Ada masyarakat yang melapor bahwa ada aktivitas pengoplosan gas elpiji di rumah tersebut," kata Dedy, kemarin, Rabu (26/7/2023).

Barang bukti yang turut diamankan saat penggerebekan adalah 7 pasang regulator gas, 36 tabung gas elpiji 3 kg dalam keadaan kosong, dan 26 tabung gas elpiji 3 kg yang telah berisi.

Menanggapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Kepolisian Resor Kota Padang (Polresta Padang) yang berhasil melakukan penindakan terhadap penyelewengan LPG bersubsidi.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, mengatakan Pertamina mendukung upaya serta langkah yang dilakukan kepolisian dalam mengawal pendistribusian LPG 3 Kg agar benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak.

"Kami sampaikan terima kasih kepada Polresta Padang yang berhasil melakukan penindakan terhadap penyelewengan LPG bersubsidi," ujar Satria, Kamis (27/7/2023).

Satria menambahkan bahwa tindakan mengoplos LPG 3 Kg ke Tabung 12 Kg sangat merugikan masyarakat dan menjadi faktor pemicu masyarakat sulit mengakses LPG 3 Kg.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement