Kamis 27 Jul 2023 08:55 WIB

LPG Subsidi Langka, Polresta Malang: Jangan Ditimbun, Jangan Naikkan Harga!

Warga mengaku sudah tiga hari tidak menemukan LPG subsidi

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Warga antre untuk membeli tabung gas LPG 3kg.
Foto: Antara/Budi Candra Setya
Warga antre untuk membeli tabung gas LPG 3kg.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Masyarakat di sejumlah daerah Jawa Timur (Jatim) merasa khawatir karena kelangkaan gas LPG subsidi yang terjadi selama beberapa waktu terakhir. Hal ini terutama turut dirasakan oleh masyarakat Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu yang wilayahnya berdekatan.

Mengetahui hal tersebut, Kapolresta Malang Kota (Makota), Kombes Pol Budi Hermanto memberikan imbauan kepada agen pendistribusian untuk tidak melakukan penimbunan. "Termasuk menaikkan harga secara tidak wajar terhadap distribusi gas," kata pria disapa Buher ini di Kota Malang, Kamis (27/7/2023).

Baca Juga

Buher mengimbau kepada para agen pendistribusian tabung gas LPG bersubsidi untuk melakukan pendistribusian sesuai ketentuan. Pihaknya berharap tidak ada penimbunan yang merugikan masyarakat. 

 
Buher mengaku pihaknya akan bekerja sama dengan Disperindag dan Pertamina Kota Malang. Langkah ini bertujuan untuk menindak tegas segala praktik penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan gas LPG di Kota Malang.
 
Dalam situasi ini, pihaknya mengharapkan peran serta agen pendistribusian, pelaku usaha dan masyarakat untuk sama-sama turut menjaga kestabilan. Kemudian juga turut serta dalam memastikan ketersediaan LPG bersubsidi  bagi masyarakat yang berhak.

Di tengah situasi ini, masyarakat yang berada dalam golongan menengah ke atas diharapkan menggunakan gas LPG non-subsidi. Langkah ini dilakukan sebagai cara mengatasi kelangkaan gas LPG subsidi yang dikhususkan bagi warga yang membutuhkan.

 

Selanjutnya, Buher menegaskan tidak menutup kemungkinan ke depannya bersama stakeholder terkait akan melakukan sidak. Tindakan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak ada penimbunan. "Apabila ditemukan adanya penimbunan, maka kami akan melakukan tindakan tegas" tuturnya.

Sementara itu, Syamsul (33 tahun) selaku warga Malang mengaku turut merasakan bagaimana langkanya LPG subsidi. Ia selama tiga hari terakhir tidak dapat menemukan bahan bakar tersebut untuk keperluan di rumah. Dia telah mencari gas LPG dari wilayah Wagir, Kabupaten Malang hingga Sukun, Kota Malang tetapi hasilnya nihil.

Menurut Syamsul, kondisi ini tidak hanya dialami oleh dirinya. Ia acap menemukan warga lain di jalanan yang sibuk mencari gas LPG subsidi. "Semoga pemerintah bisa hadir menindaklanjuti masalah ini," kata dia menambahkan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement