Sabtu 15 Jul 2023 11:24 WIB

UAD Kembangkan Rudal Antipesawat, Harap Dukungan Dana dari Kemenhan

Prabowo melihat teknologi rudal panggul antipesawat yang dikembangkan CIRNOV UAD.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Erik Purnama Putra
Menhan Prabowo Subianto didampingi Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melihat langsung rudal panggul antipesawat di Laboratorium CIRNOV UAD, Jumat (15/7/2023).
Foto: Dok Kemenhan
Menhan Prabowo Subianto didampingi Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melihat langsung rudal panggul antipesawat di Laboratorium CIRNOV UAD, Jumat (15/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan teknologi rudal panggul antipesawat yang diproduksi oleh Laboratorium CIRNOV UAD. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir melihat langsung rudal tersebut.

Rektor UAD Muchlas mengatakan, rudal yang dibuat mahasiswa dan dosen UAD itu masih perlu terus dikembangkan. Dia menyebut, persoalan utama riset rudal tersebut adalah masalah finansial.

Baca Juga

"Jadi persoalan utama di penelitian atau riset rudal ini adalah dari finansial, karena selama ini kita hanya mendapat dana-dana yang sangat terbatas yang dalam proses penelitian yang berkaitan dengan industri pertahanan seperti ini tidak masuk akal dengan dana yang selama ini kita peroleh," kata Muchlas di Kabupaten Bantul, Provinsi DIY, Sabtu (14/7/2023).

Meski keterbatasan dana, sambung dia, namun semangat pencapaian menjadi modal utama pengembangan riset tersebut. Kendati demikian, ia berharap, usai kunjungan Menhan Prabowo, teknologi tersebut mendapat dukungan dana. "Nanti kita akan berharap ini akan memperoleh dukungan dari Kementerian Pertahanan," ucap Muchlas.

Selain itu, ia juga berharap, ada kebijakan atau rekomendasi dari Kemenhan untuk menggunakan produk UAD ketika nanti akan dilakukan produksi massal. "Ketika nanti akan dilakukan mass production, misalnya ada keinginan kementerian menggunakan rudal ini sebagai salah satu sarana latihan TNI dan sebagainya ini akan sangat bermanfaat nanti," ujar Muchlas.

Teknologi pertahanan keamanan rudal antipesawat tersebut telah dikembangkan UAD sejak 2016. Adapun jarak yang mampu ditempuh rudal tersebut diketahui hingga enam kilometer.

"Kita bekerja sama dengan Dahana, kemudian juga nanti ini akan, sebenarnya kemarin juga sudah dengan Pindad ya, tapi masih belum intensif. Jadi nanti akan terlibat banyak sekali BUMN-BUMN yang masuk di dalam industri pertahanan," kata Muchlas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement