Ahad 02 Jul 2023 18:57 WIB

Indikator: 36,3 Persen Nilai Kasus Menyeret Plate Bermuatan Politik

Dalam survei Indikator sebut 36,3 persen publik menilai kasus Johnny G Plate politis.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Terdakwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Dalam survei Indikator sebut 36,3 persen publik menilai kasus Johnny G Plate politis.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Terdakwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Dalam survei Indikator sebut 36,3 persen publik menilai kasus Johnny G Plate politis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang menunjukkan hanya 22,0 persen publik yang mengetahui kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Base Transceiver Station (BTS) 4G yang menyeret eks sekretaris jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate. Sebesar 78,0 persen lainnya mengaku tidak tahu.

Selanjutnya, 50,4 persen responden menyatakan kasus yang menyeret Johnny tersebut murni persoalan hukum. Sedangkan, 36,3 persen publik menyatakan bahwa kasus tersebut bermuatan politik.

Baca Juga

"Yang mengatakan isu korupsi BTS yang melibatkan Menkominfo lebih bermuatan politik cukup besar, 36,3 persen. Selisihnya ini gak banyak loh ya (dengan yang menyatakan kasus tersebut murni persoalan hukum)," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi lewat rilis daringnya, Ahad (2/7/2023).

Selisih yang tidak jauh tersebut merupakan pekerjaan rumah bagi Kejaksaan Agung (Kejagung). Khususnya dalam meyakinkan masyarakat bahwa kasus tersebut murni persoalan hukum, bukan sesuatu yang bermuatan politik.

"Jadi ini catatan bagi aparat Kejaksaan Agung bahwa masih banyak warga yang menilai isu ini kental aroma politik," ujar Burhanuddin.

Sementara itu, Kejagung berada di peringkat ketiga dengan kepercayaan publik sebesar 81,2 persen. Burhanuddin menjelaskan, mengatakan bahwa angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak lembaganya melakukan survei sejak 1999. Biasanya, kepercayaan publik terhadap Kejagung berada di angka rata-rata 60 persen.

"Menurut kami, ini kali pertama Kejaksaan Agung menempati trust paling tinggi dalam sejarah. Biasanya mereka di kisaran 60-an (persen), tapi setahun terakhir konsisten di peringkat ketiga, tapi itu pun belum pernah menyentuh angka 80 persen, baru kali ini 81,2 persen," ujar Burhanuddin.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 20 sampai 24 Juni 2023. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan atau margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement