Jumat 23 Jun 2023 12:53 WIB

KPM Gandeng TNI AD Ciptakan Permainan Matematika Bela Negara (PMBN)

Pembelajaran matematika dikemas menjadi petualangan dengan wawasan kebangsaan.

Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali dipercaya untuk membangun kesadaran dan kesiapan dalam bela negara melalui Permainan Matematika Bela Negara (PMBN) bersama TNI AD.
Foto: Dok. KPM
Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali dipercaya untuk membangun kesadaran dan kesiapan dalam bela negara melalui Permainan Matematika Bela Negara (PMBN) bersama TNI AD.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Klinik Pendidikan MIPA (KPM) kembali dipercaya untuk membangun kesadaran dan kesiapan dalam bela negara melalui Permainan Matematika Bela Negara (PMBN). Kegiatan yang diinisiasi oleh TNI-AD merupakan rangkaian acara dari kegiatan yang bertajuk 'Pembekalan Warga Terlatih Terpusat Tingkat Pertama TNI AD TA 2023'.

Sebanyak 175 peserta dari 15 Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia yang terdiri dari berbagai instansi yaitu dari Resimen Mahasiswa, Pulsuska, Polhut, Petugas Lapas, Keluarga Besar FKPPI, Generasi Muda FKPPI, dan dari unsur Security. Permainan Matematika Bela Negara (PMBN) ini menawarkan pengalaman yang menarik dan mendidik bagi para peserta. 

Baca Juga

Aktivitas ini dirancang untuk mengubah pembelajaran matematika menjadi sebuah petualangan yang menarik melalui berbagai aktivitas pengenalan wawasan kebangsaan. Para peserta juga diajak belajar sambil bersenang-senang melalui permainan, teka-teki, dan simulasi operasi hitung matematika yang menantang. 

Permainan yang menggabungkan pendidikan matematika dan kegiatan rekreasi sukses memukau peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya Donald PT, perwakilan Kodam XVII Cenderawasih dari Satuan Pengamaman Kota Jayapura ini mengungkapkan kesan positif terhadap permainan tersebut.

“Permainan tadi, bisa menambah wawasan negara terhadap persatuan dari semua tim,” ungkap Donald, dalam keterangan tertulis, Jumat (23/6/2023). 

Sementara itu, bagi Abdul Rauf yang berasal dari Organisasi Resimen Mahasiswa, wilayah Kodam II Sriwijaya, Provinsi Jambi terinspirasi oleh konsep bela negara yang terintegrasi dalam kegiatan Permainan Matematika Bela Negara. 

“Nah, ini yang sangat menarik, sangat-sangat menarik bagi saya, karena ini adalah kolaborasi antara ilmu sejarah, pengetahuan kenegaraan, dan matematika yang dikolaborasikan menjadi permainan,” kata Abdul Rauf. 

“Saya sangat-sangat bersedia untuk dikenalkan kepada masyarakat, karena ini sangat menyenangkan bagi anak-anak maupun teman-teman di organisasi dan bisa dijadikan permainan, sungguh seru rasanya, manfaatnya sangat banyak,” sambung Abdul Rauf. 

Selain itu, peserta yang berdinas di Lapas Narkotika Kelas II Kota Cirebon, Riko Rizky mengapresiasi pendekatan belajar hitung-hitungan matematika yang menggabungkan rekreasi, dan membangun kesadaran bela negara. 

“Memainkan permainan matematika bela negara asik, kita dituntut untuk berhitung cepat dan mengingat kembali pelajaran-pelajaran kami yang dulu pernah dilakukan di sekolah-sekolah,” kata Riko Rizky. 

Pada kesempatan yang sama, peserta asal FKPPI Kota Pontianak, Ihsan Prayoga ini berpendapat bahwa permainan ini layak dimainkan dilingkungan masyarakat dan lembaga pendidikan. 

“Ini sangat bisa saja untuk dilaksanakan di lingkungan masyarakat ataupun di bangku sekolah, karena dapat mengingat kembali mata pelajaran mata pelajaran yang sudah mereka pelajari dan dapat mengasah otak kita kembali agar kita dapat menghitung secara tepat dan menjawab cara tepat,” ungkap Ihsan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement