Rabu 24 May 2023 17:51 WIB

Polisi Buru Agen Travel yang Diduga Bawa Kabur Uang Siswa SMAN 21 Bandung

Dana sebesar Rp 400 juta diduga dibawa kabur pihak agen travel berinisial GTI.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Agus raharjo
Kantor travel GTI di Jalan Moch Iskat, tampak sepi ditinggal petugasnya.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Kantor travel GTI di Jalan Moch Iskat, tampak sepi ditinggal petugasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Jajaran Polsek Buahbatu tengah memburu dan mengejar agen travel berinisial GTI yang diduga membawa kabur uang milik ratusan siswa SMAN 21 Bandung. Ratusan siswa gagal berangkat karya wisata ke Yogyakarta karena dana yang akan digunakan diduga dibawa kabur.

"Masih dalam proses kita sedang berusaha menangkap pelaku," ujar Kapolsek Buahbatu Kompol Rizal Jatnika saat dihubungi, Rabu (24/5/2023).

Baca Juga

Sementara itu, kantor agen travel yang diduga membawa dana karya wisata siswa SMAN 21 Bandung sempat didatangi di Jalan Moch Iskat, Kota Bandung. Pantauan di lapangan, kantor tersebut tidak terdapat aktivitas apapun. Bahkan pada pagar kantor tersebut terpampang tulisan bahwa bangunan tersebut akan dijual.

Kantor tersebut seperti sudah ditinggalkan sejak lama. Salah seorang warga setempat Ahmad mengatakan di kantor tersebut masih terdapat kegiatan. Namun, aktivitas yang dilakukan di kantor itu tidak tiap hari.

"Masih ada kegiatan, ada yang bersihkan kantor tapi gak tiap hari ada. Yang punya suka ke sini," katanya.

Ia mengatakan travel tersebut pun sering menyimpan bus di stasiun Kebun Kawung, Kota Bandung. Sebelumnya, sebanyak 350 orang siswa SMAN 21 di Kota Bandung gagal berangkat ke Yogyakarta untuk melaksanakan studi tur terhitung Rabu (24/5/2023) hingga Jumat (26/5/2023) mendatang. Dana kegiatan sebesar Rp 400 juta diduga dibawa kabur oleh pihak agen travel berinisial GTI.

Ketua Osis SMAN 21 Bandung Fazha Radistya Gibran mengatakan siswa kelas 11 sudah merencanakan kegiatan studi tur ke Yogyakarta sejak dua bulan lalu. Studi tur rencana akan diselenggarakan sejak Rabu (24/5/2023) hingga Jumat (26/5/2023).

"Tiba-tiba kemarin kita dapat kabar kalau acara ini bakal di-reschedule," ujarnya ditemui di kantor travel GTI di Jalan Moch Iskat, Rabu (24/5/2023).

Ia mengaku tidak mengetahui alasan kegiatan studi tur diundur. Namun, setelah dilakukan rapat antara orang tua dan sekolah diketahui bahwa dana studi tur dibawa kabur oleh pihak travel senilai Rp 400 juta.

"Kita dapat kabar kalau misalkan uang yang kita sudah setorkan ke pihak travel itu dibawa kabur nilainya sebesar Rp 400 juta," kata dia.

Fazha mengatakan kegiatan studi tur ke Yogyakarta bersifat wajib karena berkaitan dengan proyek karya tulis yang akan dikerjakan saat kelas 12 nanti dan menjadi penilaian. Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke kepolisian dan petugas tengah mengejar dan menangkap pelaku.

"Ada sekitar 350 lebih siswa yang ikut ke Jogja karena itu diwajibkan sekolah.  Kebanyakan sudah membayar lunas makanya totalnya digitnya sampai Rp 400 juta. Perorang Rp 1,3 juta," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement