Rabu 12 Apr 2023 03:45 WIB

Ribuan Satpol PP Disiagakan di Jakarta Selama Momen Mudik Lebaran

Satpol PP berhasil menjaring 2.086 orang PMKS yang meminta-minta di Jakarta.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
 Petugas Satpol PP DKI merazia pedagang kaki lima (PKL) saat razia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (23/12).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Petugas Satpol PP DKI merazia pedagang kaki lima (PKL) saat razia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (23/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ribuan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta diterjunkan untuk melakukan pengamanan selama momen mudik Lebaran 1444 Hijriyah/2023 Masehi. Pengamanan dilakukan di berbagai tempat rekreasi hingga penjagaan rumah tinggal para pemudik.

"Untuk jumlah personel Satpol PP yang siaga jumlah keseluruhannya lebih kurang 2.500 personel," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin usai acara apel kesiapsiagaan Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2023).

Arifin mengatakan, ribuan personel tersebut tersebar di berbagai titik pusat keramaian di Jakarta. Terutama lokasi wisata serta pusat perbelanjaan, yang banyak dikunjungi warga selama liburan Hari Raya Idul Fitri.

"Satpol PP ditugaskan di berbagai tempat, utamanya di tempat-tempat rekreasi seperti di Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Kota Tua, bahkan di Danau Sunter atau di ruang-ruang publik yang ramai dikunjungi oleh masyarakat," ujar Arifin.

Selain di titik tersebut, Arifin menuturkan, petugas juga memastikan akan melakukan pengamanan rumah warga Jakarta yang ditinggal pulang kampung. Realisasi pengamanannya dilakukan bersama dengan berbagai pihak, seperti komunitas, RT/RW, kepolisian, Binmas, serta Babinsa.

"Kemudian kita juga patroli malam rumah-rumah yang ditinggalkan oleh masyarakat yang pulang kampung. Kita patroli bareng, jangan sampai rumah yang ditinggal mereka pulang ternyata rumahnya kecolongan, pencurian, dan sebagainya," tutur Arifin.

Jaring PMKS

Satpol PP DKI Jakarta telah menjaring lebih dari 2.000-an pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) di wilayah se-Jakarta. Angka tersebut merupakan data dalam tiga bulan terakhir, termasuk momen Ramadhan 2023.

"Untuk operasi PPKS, saya sampaikan bahwa jumlah PPKS yang terus-menerus kita lakukan itu jumlahnya sudah ada 2.086 orang. Itu periode tanggal 9 Februari sampai 10 April 2023," kata Arifin.

PPKS yang terjaring meliputi berbagai kalangan, seperti anak jalanan, anak terlantar, lanjut usia terlantar, pengemis, gelandangan, dan pemulung. "Yang paling banyak itu gelandangan dan pengemis, sebanyak 584 orang," ujar Arifin.

Berdasarkan catatan Satpol PP di enam wilayah Jakarta, angka PPKS yang ditertibkan pada Ramadhan 2023 tidak sebanyak momen menjelang Ramadhan. Penjaringan terhadap PPKS pada bulan Ramadhan memang merupakan salah satu yang digencarkan Satpol PP karena menjadi momen bagi beberapa kalangan untuk meminta belas kasihan untuk mendapatkan sedekah lebih banyak.   

"Jumlah PPKS yang dijaring pada bulan Ramadhan kali ini terjadi penurunan malah, karena memang di bulan Februari kita sudah lakukan penjangkauan. Di bulan Februari lebih dari 1.200, ke sini sudah di bawah 1.000. Dibandingkan Ramadhan tahun lalu, jumlahnya lebih sedikit yang sekarang," ungkapnya.

Arifin menegaskan, tidak ingin Jakarta dikepung oleh pengemis, terutama yang memanfaatkan momentum bulan Ramadhan. Pasalnya, tidak semua orang PPKS yang ditemui atau dijaring merupakan orang yang tidak mampu, justru hanya berpura-pura guna mengeruk keuntungan.

"Beberapa kali kita tahu bahwa ternyata pendapatan pengemis justru lebih besar daripada pekerjaan formal lain. Kita juga tidak menginginkan masyarakat kita malas, jadi pengemis, ya arena instan di pinggir-pinggir jalan, tempat-tempat keramaian, sentral ekonomi, pasar, dan tempat ibadah, jadi kita lakukan penjangkauan, memang paling banyak gelandangan," jelas Arifin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement