Sabtu 04 Mar 2023 17:51 WIB

Lestarikan Budaya, PDIP Bakal Gelar Festival Karawitan Sunda

PDIP berencana menyelenggarakan festival karawitan Sunda.

Festival Pencak Silat Banteng Wulung Cup 2023 se-Bandung Raya yang dilaksanakan di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/3/2023).
Foto: istimewa
Festival Pencak Silat Banteng Wulung Cup 2023 se-Bandung Raya yang dilaksanakan di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA- Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan Partai berencana menyelenggarakan festival karawitan Sunda yang memperebutkan Piala Ibu Megawati Soekarnoputri.

Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri Festival Pencak Silat Banteng Wulung Cup 2023 se-Bandung Raya yang dilaksanakan di GOR Pajajaran, Bandung, Jawa Barat, dalam keterangan persnya,Sabtu (4/3/2023).

Baca Juga

“Demi menjaga kebudayaan kita, PDI Perjuangan, saya usulkan di Jawa barat mengadakan festival karawitan se-Jawa Barat memperebutkan Piala Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Hasto saat memberikan sambutan dalam festival itu.

Dalam acara itu hadir inisiator festival sekaligus anggota DPR RI dapil Jawa Barat TB. Hasanuddin.

Selain itu, hadir juga Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono dan Sekretarisnya Ketut Sustiawan serta anggota DPR RI Niko Siahaan dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

Hasto menggulirkan ide itu setelah melihat pertunjukan pencak silat yang digabungkan dengan drama, karawitan, dan sinden.

Doktor geopolitik itu mengaku sangat terpukau dengan pertunjukan pencak silat itu.

“Ada kesatupaduan antara karawitan dan pencak silatnya, tadi saya lihat ciri khas Jawa Barat ini kendangnya. Itu luar biasa seirama sehingga saya bilang kepada Pak Ono karena kita dekat dengan ajaran bung Karno tentang Trisakti, Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdiri di kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berpribadian di bidang kebudayaan,” kata dia.

Hasto merasa tersentuh dengan penampilan silat dan karawitan sehingga dia merasa matanya bisa memperhatikan kedua peragaan itu dalam satu tarikan napas.

“Karena dari iramanya betul-betul sangat dinamis. Seluruh irama karawitan Sunda dengan kendangnya, dengan sindennya itu mencerminkan perpaduan yang sangat dinamis, kompak, dan solid,” tutur Hasto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement