Rabu 06 Jul 2022 20:07 WIB

Menparekraf Sandi Dorong Santri Melek Digital dan Gali Potensi Diri

Santri Digitalpreneur Indonesia akan membuka suatu platform perjuangan ekonomi Islam.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kunjungan ini sebagai bagian dari program Santri Digitalpreneur Indonesia (SDI) 2022.
Foto: Istimewa
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kunjungan ini sebagai bagian dari program Santri Digitalpreneur Indonesia (SDI) 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH DATAR -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kunjungan ini sebagai bagian dari program Santri Digitalpreneur Indonesia (SDI) 2022.

Menparekraf menyampaikan rasa bahagia bisa berinteraksi langsung dengan para santriwan/santriwati selama kunjungan di Pesantren Modern Nurul Ikhlas. “Saya berbahagia berinteraksi dengan para santri. Hari ini kita dengar masukan Langsung dari ISMI bagaimana optimisnya membuka usaha dan meminta tips,” ujar Sandiaga dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Rabu (6/7/2022).

Bahkan, Sandi mengaku, takjub saat bertemu seorang santri, Fikri, yang tertarik berinvestasi dan ada pengalaman buruk sebelumnya dalam investasi namun tidak mematahkan semangatnya. “Untuk mendapatkan ide-ide yang baik saya sarankan bisa mengikuti super mentor,” ujarnya.

 

 

photo
Menparekraf Sandiaga Uno berinteraksi langsung dengan para santriwan/santriwati selama kunjungan di Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar. - (Istimewa)

 

Sandi berharap, dengan adanya Santri Digitalpreneur Indonesia, maka akan membuka suatu platform perjuangan ekonomi Islam baru. Dimana, santri-santri akan menjadi lokomotif penciptaan lapangan kerja dan usaha-usaha di bidang digital melalui konten-konten yang baik, dan ekonomi kreatif secara menyeluruh.

Karenanya, Menparekraf menyoroti berbagai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Pertama, sektor kuliner misalnya memiliki potensi 41 persen. “Selama manusia memiliki perut kita pasti akan butuh makanan. Kuliner di Sumbar luar biasa,” ujarnya.

Sektor kedua adalah fashion (27 persen), dan berikutnya adalah kriya (17 persen). Namun tiga sektor ini ternyata mulai terkejar oleh sektor lainnya, mulai dari permainan.

Sandi menyebut gaming, animasi, musik dan film bertumbuh secara fantastis. "Ini harus kita digitalisasi, karena ini merupakan keniscayaan,” ujar Menparekraf seraya menambahkan mayoritas orang Indonesia sudah terkoneksi dengan digitalisasi. 

Tak lupa, Sandi mengingatkan, agar santriwan/santriwati tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah. “Kita ingin generasi muda menjunjung tinggi iman dan taqwa,” ujarnya. 

Menparekraf menekankan pentingnya hadir di digitalisasi, karena telah ada di setiap aspek kehidupan kita. "Kenapa Santri Digitalpreneur Indonesia hadir? Karena ada lebih dari 4,5 juta santri dari 28 pesantren di seluruh Indonesia. Ini akan tetap menjadi pilar pendidikan yang akan menjadi bagian dari Indonesia. Saya mengusung santri digitalpreneur karena saya melihat masa depan itu ada di para santriwan dan santriwati,” tandasnya.

Sandiaga menyampaikan, bangsa ini akan hadapi krisis pangan, serta harga bahan pokok naik. Untuk itu perlu diberikan upaya bagaimana para petani diberikan solusi. 

“Santri Digitalpreneur Indonesia akan berikan solusi menjadi bagian dari kemajuan Indonesia yang adil makmur, mampu menciptakan lapangan kerja. Santri di sini diharapkan mampu menjawab banyak persoalan,” tegasnya.

Bupati Kabupaten Tanah Datar Richi Aprian menyampaikan apresiasi atas kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia yang diinisiasi Kemenparekraf. “Alhamdulilah banyak hal-hal bermanfaat yang bisa dibawa dan diterima oleh santri -santri kita. Mudah-mudahan hal ini akan mengembalikan lagi proses pergerakan kemajuan ekonomi umat kembali di masjid dan surau-surau di Sumatera Barat khususnya Tanah Datar,” ujarnya.

Santri Digitalpreneur Indonesia merupakan kegiatan yang diadakan oleh Kemenparekraf sebagai wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas santri dan generasi milenial dalam menghadapi tantangan industri digital kreatif. Tujuan kegiatan ini antara lain untuk menciptakan santri yang berkarakter dan berintegritas tinggi dalam menghasilkan karya, memberdayakan santri unggulan hingga mampu bersaing di industri kreatif dan digital, menjadikan santri modern yang tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Tahun ini, kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia dihadirkan dengan konsep yang berbeda dan hanya akan terfokus pada program ‘Kreatif dan Digital’. Dilaksanakan secara offline selama 4 hari di 8 kabupaten/kota terpilih, yaitu Tasikmalaya, Cirebon, Serang, Padang, Banjarmasin, Bondowoso, Sidoarjo dan Bangkalan. 

Pelatihan diadakan di pesantren terpilih yang unggul dalam hal digital kreatif. Maka terpilihlah Pesantren Modern Nurul Ikhlas yang terletak di Jl Raya Padang Panjang - Bukittinggi, Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Saat ini Pesantren Modern Nurul Ikhlas telah aktif membuat konten dakwah-digital dalam channel YouTube resminya yaitu Nurul Ikhlas Official. Juga channel-channel lain binaan setiap tingkatan sekolah, mulai dari SMP, SMA, SMK hingga perguruan tinggi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement