Rabu 27 Apr 2022 09:53 WIB

Elektabilitas PDIP Melorot, Terdampak Turunnya Tren Kepuasan Kinerja Jokowi

Hanya PDIP yang trennya mengalami penurunan hasil survei Indikator Politik.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) alami penurunan pada survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada April 2022. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, turunnya elektabilitas PDIP seiring dengan turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya sampaikan bahwa approval Presiden Jokowi turun, pertanyaannya apakah ada dampak terhadap elektabilitas partai? Kita punya pola ketika approval Pak Jokowi turun yang paling terdampak adalah PDIP dan datanya mengatakan demikian," kata Burhanuddin dalam paparannya secara daring, Selasa (26/4/2022).

Baca Juga

Burhanuddin menjelaskan, pada Februari 2022 lalu elektabilitas PDIP menyentuh angka 26,8 persen. Sedangkan pada survei April 2022 turun menjadi 23,7 persen. "Meskipun masih unggul, tetapi elektabilitasnya dibanding Februari turun," ujarnya.

Sementara itu, elektabilitas para kompetitornya seperti Gerindra, Golkar, PKB dan Demokrat tak banyak alami perubahan. Burhanuddin menjelaskan yang trennya kelihatan berkurang hanya PDIP.

Namun angka tersebut bukan angka terendah yang pernah diraih PDIP. Ia mengatakan PDIP pernah di angka 21-22 persen sebelum Pemilu 2019 lalu. "Jadi dalam waktu dua tahun terakhir ini elektabilitas PDIP yang paling rendah, karena memang approval Presiden Jokowi ya memang relatif rendah di April ini karena minyak goreng," ucapnya

"Jadi minyak goreng jangan underestimate ya. Minyak goreng memang terkesan sederhana tetapi efeknya luar biasa terhadap perpolitikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Burhanuddin menuturkan publik yang menyatakan cukup puas dan puas terhadap kinerja Presiden Jokowi berada di angka 59,9 persen. "Yang puas atau sangat puas kalau kita total 59,9 persen, yang kurang puas 38,6 persen. Jadi lebih banyak yang puas," kata Burhanuddin.

Namun demikian, Burhanuddin mengatakan, jika dilihat dari trennya, kepuasan terhadap Presiden Jokowi mengalami penurunan jika dibanding pada Januari 2022 lalu. "Jadi kalau kita cek, waktu kita survei di awal Januari 2022, saat itu masyarakat yang puas itu 75,3 persen," ucapnya.

Untuk diketahui survei Indikator Politik dilakukan pada 14-19 April 2022. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka langsung menggunakan metode multistage random sampling. Survei melibatkan 1.220 responden dengan margin of error sebesar plus minus 2,9 persen. Tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement