Rabu 13 Jul 2016 22:16 WIB

Pembentukan Badan Cyber Nasional Tunggu Menkopolhukam

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/4). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pembentukan Badan Cyber Nasional masih menunggu hasil koordinasi dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Itu harus menunggu Menkopolhukam karena kan masih dikoordinasikan oleh beliau. Kalau saya hanya bagian yang menyiapkan proses bisnis terutama standarisasi di tiga sektor strategis yang menjadi prioritas," kata Rudiantara di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu (13/7).

Ketiga sektor prioritas tersebut adalah keuangan perbankan, energi dan sumber daya, serta transportasi. Rudiantara menjelaskan ketiga sektor tersebut memerlukan pengamanan jaringan untuk menjaga data dan proses transaksi.

"Kementerian Kominfo saat ini menyiapkannya dari segi standarisasi supaya setiap sektor, perusahaan-perusahaan, dan operator jaringan dapat membuat sistem sekuriti," jelasnya.

Di sektor keuangan perbankan, pengamanan siber diperlukan untuk menjaga aset milik masyarakat. "Kita ke ATM kan suka cek saldo terus, untuk memastikan bener nggak saldo dan transaksi. Nah, psikologis masyarakat Indonesia seperti itu masih ada, sehingga ini diperlukan," katanya.

Terkait sektor energi dan sumber daya, lanjut Menkominfo, pengamanan sistem teknologi informasi penting untuk menjaga kebutuhan energi masyarakat.

Sementara di sektor transportasi, khususnya udara, sistem tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam jaringan para pengguna transportasi. "Sekarang penerbangan itu semuanya sudah sistem online, mulai dari reservasi, pembayaran sampai check-in," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement