REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi massa di sekitar Mako Brimob, Kwitang, Senen, berlanjut pada Sabtu (30/8/2025) pagi. Sekitar 100-an personel Brimob dan 50-an anggota Kostrad baret hijau tampak berjaga dan siaga di sana. Di lain sisi, massa terus berdatangan dari arah perempatan Senen.
Laporan jurnalis Republika Stevy Maradona di lokasi, massa terus berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Ratusan demonstran datang dari berbagai lapis usia. Banyak di antara mereka masih berusia sekolah menengah pertama (SMP), bahkan tak sedikit pula yang masih berusia sekolah dasar (SD). Mereka tampak berani dengan melemparkan batu ke arah petugas.
Pada pukul 08.00 asap terlihat membubung di sekitar halte depan Gedung Astra Credit Companies. Pendemo membakar kabel di tiang listrik dekat halte tersebut yang membuat kobaran api menyala-nyala. Sementara halte di depannya terlihat hangus setelah dibakar massa dalam aksi kemarin.
"Makan dulu," teriak personel Brimob di lokasi. "Ayo makan, sini makan. Tahan dulu, makan dulu sini," ujarnya melanjutkan seruan untuk menenangkan massa, setidaknya untuk sementara.
Di saat area sekitar Mako Brimob terus memanas, aktivitas warga di Kwitang secara umum relatif normal. Terlihat warga beraktivitas sebagaimana biasa Sabtu pagi di pekan-pekan sebelumnya. Warga tampak ada yang lari pagi dan naik sepeda lipat. Mereka terlihat menuju ke arah Monas.
Tetapi sisa-sisa amarah rakyat dalam aksi kemarin terlihat jelas. Kondisi di sekitar Mako Brimob porak-poranda. Selain halte yang hangus terbakar, pecahan bom molotov terlihat berserakan. Sampah plastik sisa makanan juga masih tercecer di mana-mana. Pemandangan sisa kerusuhan semakin lengkap dengan sampah selongsong gas air mata yang mudah ditemukan di sana.
Bangkai-bangkai mobil yang hangus terbakar juga menjadi penyempurna pemandangan kemarahan rakyat dari akumulasi kekesalan yang terjadi. Kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojol pada Kamis menjadi pemantik amarah rakyat akibat kesewenang-wenangan aparat.