REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa yang terdiri dari warga dan ojek online (ojol) memutuskan mundur dari kawasan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, sekitar pukul sekitar pukul 10.20 WIB. Momen itu terjadi usai adanya dialog antara pejabat TNI dan perwira Brimob pada Jumat, (29/8/2025)
Pantauan Republika, sekitar pukul 10.40 WIB suasana di Mako Brimob mulai melandai usai massa aksi mundur, ke arah jalan layang (flyover) Senen, Jakarta Pusat. Setelah itu, anggota Brimob berseragam dan TNI kompak membersihkan bekas bekas aksi yang terjadi sebelumnya.
Mundurnya massa aksi tersebut terjadi setelah adanya dialog dengan Asintel Kaskostrad Brigjen TNI Muhammad Nas dan perwira Brimob Kompol Anton Asar dengan massa aksi. Pihaknya meminta demonstran mundur akan tetapi memperbolehkan perwakilan menyampaikan aspirasinya.
"Rekan-rekan sekalian, komandan Brimob mau menyampaikan, mohon agak mundur, ya," kata Muhammad Nas.
Sementara itu, perwira Brimob Kompol Anton Ashar mengungkapkan bahwa Kapolri telah menemui orang tua ojol Affan Kurniawan. Ia juga mengatakan ada 7 anggota Brimob yang sudah ditahan.
"Kami minta maaf, itu merupakan ketidaksengajaan untuk kami," katanya.
Sementara itu, menjelang shalat Jumat sekitar pukul 11.00 WIB sejumlah massa aksi mengendarai kendaraan merapat ke sekitar Mako Brimob. Untuk menenangkan massa tampak sejumlah TNI mentraktir massa aksi dengan membelikan air minum dan mengingatkan untuk beribadah shalat Jumat bagi yang muslim.
Kendati demikian, ada sejumlah warga yang tak mengenakan pakaian ojol tampak membawa gerobak yang isinya ban mobil. Ada juga yang membawa pintu mobil yang hangus terbakar. Ban dan pintu tersebut diketahui berasal dari sisa-sisa sejumlah mobil yang dibakar massa.