Kamis 03 Apr 2025 11:09 WIB

Imbas Konflik Pemuda Tulehu dan Tial, Kapolda Maluku Bangun Pos Pengamanan

Berikan kesempatan kepada aparat untuk melakukan penyelidikan atas kejadian ini.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan.
Foto: Antara/Winda Herman
Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Kapolda Maluku Irjen Eddy Sumitro Tambunan memastikan, jaminan keamanan di wilayah Tulehu dan Tial, Kabupaten Maluku Tengah, pascakonflik atau perkelahian antarpemuda yang terjadi di Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Ahad (31/3/2025). Perkelahian terjadi antarpemuda pada malam Takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.

Untuk menjamin keamanan di wilayah tersebut, Eddy berencana mendirikan Pos Pengamanan di Tulehu dan Tial serta menindak tegas pelaku yang terlibat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Berikan kesempatan kepada aparat untuk melakukan penyelidikan atas kejadian ini," katanya di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Kamis (3/4/2025).

Baca Juga

Dalam penanganan masalah itu, Eddy bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Koorsahli yang mewakili Pangdam XV/Pattimura Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo dengan Raja Negeri Tulehu serta tokoh masyarakat telah melaksanakan rapat kamtibmas di kantor Desa Tulehu. Rapat itu dilakukan sebagai langkah untuk memastikan keamanan dan ketertiban pasca terjadinya bentrokan antar pemuda di Desa Tial.

Kapolda mengaku sangat menyayangkan kejadian yang terjadi, terutama pada momen perayaan Idul Fitri. "Seharusnya, kita saling menghargai, menghormati, dan menjalin silaturahmi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman," ujar Eddy.

Terkait perkelahian antarpemuda di Tial, Eddy telah mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Langkah-langkah tersebut antara lain konsolidasi internal dengan mengumpulkan serta memberikan pengarahan kepada perwira dan Kapolsek sejajaran Polresta Pulau Ambon. Tujuannya adalah untuk memastikan wilayah hukum Polresta tetap kondusif dan tidak terpengaruh oleh kejadian tersebut.

Eddy menyampaikan, Gubernur Maluku juga akan memfasilitasi pengobatan korban dan menanggung biaya pengobatan serta biaya duka. "Kami juga akan menyerahkan persoalan ini kepada aparat untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.

Eddy pun mengimbau kepada Raja dan tokoh masyarakat di kedua desa tersebut agar dapat meredam warganya dan tidak bertindak sendiri. "Jangan main hakim sendiri. Kalau ada yang terjadi, sampaikan kepada kami. Jangan sampai merusak citra Negeri Tulehu yang sudah terkenal. Ini aset kita," katanya mengingatkan.

Eddy pun mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Dia beserta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) lainnya menjamin bahwa situasi sudah aman, dan masyarakat dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement