Kamis 03 Apr 2025 11:31 WIB

Hercules TNI AU dari Makassar Kirim Bantuan Bagi Korban Gempa Myanmar

Hercules TNI AU biasa kirim bantuan ke berbagai kawasan, termasuk Myanmar.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Erdy Nasrul
Pesawat Hercules TNI AU.
Foto: Puspen TNI
Pesawat Hercules TNI AU.

REPUBLIKA.CO.ID, NAYPYITAW -- Pesawat C-130 Hercules TNI AU sukses mengirimkan 10.446 kilogram bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di Myanmar. Pesawat dengan nomor registrasi A-1331 dari Skadron Udara 33 Lanud Sultan Hasanuddin itu merupakan pesawat kedua yang diterbangkan ke Myanmar.

Pesawat itu diterbangkan oleh Pilot In Command (PIC) Letkol Pnb A.M. Averroes A. M. Pesawat lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma lalu transit di Lanud Sultan Iskandar Muda dan selanjutnya pesawat mendarat dengan aman di Naypyidaw, Myanmar.

Baca Juga

Bantuan mencakup satu unit truk dari Basarnas, 68 koli tenda pengungsi dari Kementerian Pertahanan, serta tiga ekor anjing pelacak dari Dipolsatwa.

"Setibanya di Naypyidaw, seluruh bantuan diserahterimakan kepada otoritas setempat untuk didistribusikan ke daerah terdampak gempa berkekuatan 7,7 skala Richter," kata

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama, Ardi Syahri dalam keterangan pers pada Rabu (2/4/2025).

Pesawat ini menjadi armada kedua TNI AU yang berhasil mengirimkan bantuan ke Myanmar. Sebelumnya, C-130J Super Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma telah lebih dulu membawa bantuan.

"Sedangkan misi kemanusiaan berikutnya menggunakan Boeing 737-800 dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma," ujar Ardi.

Ardi menyebut misi kemanusiaan ini merupakan inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dalam membantu negara sahabat yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter. Sebagai bagian integral dari TNI, TNI AU terus berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk dalam misi kemanusiaan berskala internasional.

"Meskipun bertepatan dengan momentum libur Idul Fitri 1446 H, TNI AU tetap menjalankan tugas dengan profesional," ujar Ardi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement