Jumat 07 Mar 2025 17:31 WIB

Kemendukbangga/BKKBN Jalin Kerja Sama dengan KPPMI/BPPMI dalam Penguatan Pekerja Migran

Diperlukan perhatian khusus bagi para pekerja migran sebagai pahlawan devisa.

Kemendukbangga/BKKBN dan KPPMI/BPPMI menandatangani nota kesepahaman di antaranya mengenai penguatan keluarga pekerja migran.
Foto: kemendukbangga
Kemendukbangga/BKKBN dan KPPMI/BPPMI menandatangani nota kesepahaman di antaranya mengenai penguatan keluarga pekerja migran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menjalin kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia(KPPMI)/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI).

Kerja sama ini terkait Sinergitas Penggerakan Program Pembangunan dan Penguatan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana bagi Pekerja Migran Indonesia dan Keluarganya, diawali penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI, Abdul Kadir Karding, pada Kamis (6/3/2025), di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Gedung KPPMI/BP2MI Lt 1, Jl MT. Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan.

Nota Kesepahaman ini meliputi sinergi dalam penyediaan layanan penguatan keluarga pekerja migran Indonesia dalam hal keluarga rentan, lanjut usia, balita, anak dan remaja serta pemberdayaan ekonomi dan sosial keluarga.

Selain itu, sinergi dalam edukasi kesehatan reproduksi bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya; sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan dan penguatan keluarga kependudukan dan keluarga berencana di Kampung Keluarga Berkualitas bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya

Bidang kerja sama lainnya termasuk berbagi pakai data dan/atau informasi, pelaksanaan sosialisasi bersama; dan kerja sama lainnya yang disepakati secara tertulis.

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN yang mewakili Menteri Wihaji menyampaikan kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi antarkementerian demi mewujudkan implementasi misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Khususnya dalam pemberantasan kemiskinan dan penguatan kualitas sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Diperlukan perhatian khusus bagi para pekerja migran sebagai pahlawan devisa, keluarga para pahlawan devisa ini dapat terjaga dan pembangunan keluarganya juga tetap berkualitas,’’ kata Wamen Isyana seperti dikutip Jumat (7/3/2025).

Nantinya program-program yang telah disepakati bersama ini, harapannya dapat berdampak baik kepada pekerja migran dan keluarganya.

Penandatanganan nota kesepahaman dua kementerian ini bertujuan menguatkan sinergi kelembagaan dan menghadirkan Negara dalam memberikan pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya, sebelum, selama, dan setelah bekerja.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement