Rabu 26 Feb 2025 06:03 WIB

Enam Bayi Baru Lahir Meninggal Kedinginan di Gaza

Korban akan bertambah jika Israel terus menghalangi bantuan ke Gaza.

Mahmoud Al-Faseeh menggendong jenazah bayi perempuannya Sila (tiga pekan) yang syahid kedinginan, di Rumah Sakit Naser di Khan Younis Rabu 25 Desember 2024.
Foto: AP Photo/Mariam Dagga
Mahmoud Al-Faseeh menggendong jenazah bayi perempuannya Sila (tiga pekan) yang syahid kedinginan, di Rumah Sakit Naser di Khan Younis Rabu 25 Desember 2024.

REPUBLIKA.CO.ID,GAZA – Setidaknya enam bayi Palestina meninggal karena hipotermia selama musim dingin yang parah di Jalur Gaza, beberapa hari belakangan. Kematian-kematian ini terjadi seentara Israel terus menghalangi masuknya bantuan tenda dan rumah sementara.

Dr Saeed Salah, direktur medis Rumah Sakit Amal Teman Pasien di Kota Gaza, mengatakan pada Selasa bahwa tiga bayi baru lahir – berusia antara satu dan dua hari – meninggal tak lama setelah dirawat. Dua anak lainnya juga meninggal pada Selasa pagi, dengan kematian keenam dilaporkan di Khan Younis, di Gaza selatan.

Baca Juga

Badan pertahanan sipil Gaza juga mengkonfirmasi pencatatan kematian enam bayi baru lahir akibat gelombang dingin yang parah dan kurangnya pemanas selama seminggu terakhir. Salah mengatakan bagian perawatan rumah sakitnya baru-baru ini menerima delapan kasus hipotermia parah, semuanya memerlukan perawatan intensif. 

“Dokter memastikan bahwa bayi baru lahir ini tiba di rumah sakit tidak menderita penyakit tertentu,” kata koresponden Aljazirah, melaporkan dari fasilitas medis. “Mereka baru saja dilahirkan dan keluarga mereka tidak punya cara untuk menghangatkan mereka – dan hal ini telah terjadi selama beberapa hari terakhir sejak cuaca dingin melanda daerah tersebut,” katanya.

Hamas mengecam kematian bayi yang baru lahir tersebut, dan menyebutnya sebagai akibat dari kebijakan “kriminal” Israel. Dalam sebuah pernyataan, mereka juga mendesak para mediator dan komunitas internasional untuk campur tangan dan memastikan masuknya tempat perlindungan dan pasokan kemanusiaan penting lainnya ke Jalur Gaza. 

Belum ada komentar langsung dari militer Israel. 

Kematian anak-anak tersebut terjadi ketika Israel terus memblokir masuknya perumahan sementara ke Gaza, meskipun Israel setuju untuk mengizinkannya berdasarkan ketentuan perjanjian gencatan senjata. Ribuan rumah mobil masih terdampar di persimpangan Rafah dengan Mesir, menunggu izin Israel untuk memasuki wilayah Palestina yang terkepung. 

Menurut PBB, setidaknya delapan bayi baru lahir meninggal karena hipotermia di Gaza pada bulan Desember saja, sementara 74 anak meninggal “di tengah kondisi musim dingin yang brutal”.

photo
Kedinginan dan Kelaparan di Gaza - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement