Sabtu 18 May 2024 18:44 WIB

Sekjen Sebut Yusril akan Mundur dari Ketum PBB

Kepemimpinan Yusril di PBB akan berakhir pada September 2024.

Rep: Febryan A/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.
Foto: Republika/Febrian Fachri
Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir 2024. Dia dipastikan tidak akan maju kembali untuk menduduki posisi orang nomor satu di partai berlogo bulan bintang itu.

"Memang ada keinginan Bang Yusril mundur dari pengurus partai, ketum. Pertimbangannya beliau ingin berada di luar partai. Tapi semua akan diputuskan dalam rapat DPP PBB," kata Sekretaris Jenderal DPP PBB Afriansyah Noor di sela Musyawarah Dewan Partai (MDP) PBB di markas partai, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (18/5/2024).

Baca: Dua Orang Dekat Presiden Terpilih Prabowo Jadi Penasihat KPPU

Afriansyah menyebut, Yusril sudah menjadi ketua umum PBB selama dua periode. Karena itu, sambung dia, Yusril ingin beristirahat dari dunia politik. Kendati begitu, segenap kader PBB ingin pakar hukum tata negara itu untuk berkiprah membantu pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Beliau sudah cukup lama lah di partai ini dan ingin istirahat dulu dalam politik. Tapi, kita sebagai kader beliau (ingin) Prof Yusril bisa menyalurkan aspirasi kepemimpinannya di pemerintahan Pak Prabowo dengan skill-nya di bidang hukum," ujar Afriansyah.

Baca: Wamenhan dan Dubes Korsel Bahas Kerja Sama Pertahanan

Wakil menteri ketenagakerjaan (wamenaker) tersebut menjelaskan, kepemimpinan Yusril akan berakhir pada September 2024. Dalam bulan tersebut atau beberapa bulan setelahnya, PBB akan menggelar muktamar untuk menentukan ketua umum penerus Yusril.

Menurut Afriansyah, ada banyak kader PBB yang potensial menjadi ketua umum selanjutnya. Namun, dia mengingatkan, pemegang jabatan ketua umum punya tanggung jawab yang besar.

Baca: Prof Dewi Fortuna Anwar Terima Penghargaan dari Timor Leste

Sementara itu, Yusril ketika membuka MDP PBB menyebut bahwa partai yang didirikannya sudah berusia sekitar 25 tahun. Selama itu pula, dirinya mengurus PBB. "Saya sudah menghabiskan hampir sepertiga umur saya untuk mengurusi partai ini," ujar pakar hukum tata negara UI tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement